Target IPO FACEBOOK sebesar Rp. 45 triliun
facebook_initial_public_offering

Target IPO FACEBOOK sebesar Rp. 45 triliun. Pada 1 Februari lalu sebuah dokumen dengan tebal 199 halaman bocor ke publik. Di halaman depan dokumen itu, tertera nama perusahaan jejaring sosial terbesar di dunia: Facebook Inc. Form tersebut adalah Form S-1 yang merupakan dokumen pendaftaran efek di Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (United States Securities and Exchange Commission).

Awalnya Facebook tidak diciptakan untuk menjadi sebuah perusahaan. Ia dibangun untuk mencapai sebuah misi sosial: membuat dunia menjadi lebih terbuka dan terhubung – Mark Zuckerberg.

Dokumen tersebut seakan menjawab rasa penasaran publik sejak pertengahan tahun lalu. Facebook akhirnya akan melego sebagian sahamnya ke publik. Tidak disebutkan berapa persen saham yang akan dilepas, begitu juga kisaran harga per saham. Hanya dalam dokumen tersebut tercantum target perolehan dana hasil penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Nilainya sangat fantastis, 5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp. 45 triliun.

Kalau saja proses IPO di atas tercapai, maka Facebook sebagai media sosial yang menerima unggahan 250 juta foto per hari itu akan melampaui rekor IPO Google. Pada 2004, search engine raksasa itu melepas saham ke publik dan dana yang terkumpul ‘hanya’ 1,9 miliar AS atau setara dengan Rp. 17, 1 triliun. Dibandingkan dengan perusahaan dot.com lainnya, nilai IPO Facebook juga jauh menjulang, seperti produsen game Zynga hanya meraup dana IPO 1 miliar dolar AS.

Sampai saat ini belum ada informasi tambahan kapan waktu pencatatan dan saham Facebook mulai diperdagangkan di Wall Street. Beberapa sumber menyebutkan pencatatan perdana saham (listing) Facebook diperkirakan pada Mei 2012.

Hal-hal di atas pasti tidak terbayangkan dibenak Mark Zuckerberg dan teman-temanya pada saat ingin membuat situs yang bisa mengintip kegiatan mahasiswi Harvard delapan tahun silam. Dari sebuah kamar asrama di Harvard University, jejaring sosial Facebook sudah menyebar ke seluruh dunia dan saat ini memiliki 845 juta pengguna aktif. Valuasi nilai saham Facebook sudah mencapai 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp. 900 triliun. Luar biasa. Kita tunggu saja hasil IPO Facebook.

Facebook = muka buku yang menurunkan produktivitas kerja

dari berbagai sumber / gambar: google.com

Info Grafis FACEBOOK vs GOOGLE+
facebook_vs_google_plus

Facebook? Siapa yang tak kenal. Jejaring sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg tanggal 4 Februari 2004 di sebuah kamar asrama di Harvard, saat ini memiliki jumlah pengguna (user) aktif lebih dari 600 juta (per Januari 2011, info wikipedia). Satu jumlah yang sangat besar, mengingat pada tahun 2008 jumlah user Facebook hanya sekitar 100 juta. Dengan jumlah yang sedemikian besar, maka Facebook merupakan pangsa pasar potensial, sehingga membuat perusahaan-perusahaan lain ingin mengikuti kesuksesan Facebook.

Salah satu perusahaan yang mencoba peruntungannya adalah raja internet Google dengan meluncurkan social media sejenis Facebook yaitu Google+ (Google Plus). Walapun Google pernah mengalami kegagalan pada saat meluncurkan Google Buzz, tapi sepertinya mereka tidak putus asa. Segala daya dikerahkan untuk menggoyang dominasi Facebook. Beberapa fitur yang diandalkan oleh Google di Google+ seperti Hangout, Circles, Sparks dan Huddle diharapkan dapat menarik perhatian para pengguna Facebook.

Berikut ini adalah info grafis dari Facebook vs Google+, dilihat dari sisi Privacy Setting, Chat, Unique Visitors, Audience, dan lain-lain.

Facebook vs Google+...

info_grafis_google+_vs_facebook

sumber info grafis mayakovskij.posterous.com

Apakah jejaring sosial GOOGLE Plus dapat menjadi “Facebook Killer”

Masih ingat dengan Google Buzz, yang katanya dulu digadang-gadang akan menjadi saingan Facebook? Tapi ternyata Google Buzz gagal bersinar alias tidak laku dipasaran. Artikelnya bisa dibaca di sini – Google Buzz: saingan Facebook dan Twitter. Rupanya Google belum putus asa untuk ‘menggoyang’ dominansi Facebook. Setelah gatot (gagal total) dengan Google Buzz, maka Google meluncurkan Google + atawa Google Plus.

Google + (Google Plus) yang baru saja diluncurkan hari Rabu (29/6/2011) merupakan layanan jejaring sosial baru. Layanan ini disebutkan bakal menjadi pesaing kuat bagi Facebook. Untuk saat ini versi Google+ baru bisa dinikmati oleh segelintir pengguna dan hanya bisa dinikmati lewat undangan dari pengguna yang sudah terdaftar. Tapi, Google berjanji secepatnya jejaring sosial ini bisa segera dinikmati oleh jutaan pengakses Google setiap harinya.

Google tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama dengan Google Buzz, sehingga mereka berusaha sekuat tenaga dengan dengan produk anyarnya ini. Google tak mau gagal lagi. Ada empat fitur yang menjadi andalan mereka dan diharapkan Google+ dapat menjadi ‘Facebook Killer”:

1. Google+ Hangout. Merupakan layanan conference lebih dari dua orang dengan video call.

2. Google+ Circles. Fungsi ini bisa digunakan untuk memasukkan nama-nama teman ke dalam grup dan pengguna bisa berbagi konten dengan format berbeda di dalam lingkaran pertemanan ini.

3. Google+ Sparks. Fitur ini menghubungkan individu dalam jaringan ini kepada orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap suatu hal.

4. Google+ Huddle. Layanan ini menyediakan grup-grup di jejaring ini untuk mengirim pesan instan.

Jejaring sosial milik Google ini membuka ruang bagi para penggunanya untuk membagi foto, pesan, dan komentar seperti layaknya di Facebook. Google juga menambahkan layanan peta dan images dalam Google+ ini.

Google pun mengklaim, jejaring sosialnya ini akan memudahkan orang untuk mengatur kontak tanpa membuat grup. Namun, beberapa analis teknologi informasi berpendapat, Google+ hanya mereproduksi fitur dari Facebook, dengan hanya menambahkan fungsi video chat.

"Jejaring sosial seperti ini memerlukan pemikiran yang serius. Jadi kami masih butuh waktu untuk mempersiapkannya," ujar Vic Gundorta Senior Vice President of Engineering Google dalam rilisnya.

Apakah Google+ akan bernasib sama dengan Google Buzz? atau kali ini nasib baik akan menghampiri Google, sehingga Google Plus dapat menjadi Facebook Killer? Waktu-lah yang akan menentukan.

sumber: tekno.kompas

GOOGLE+, social networking look a lot like FACEBOOK
google_plus_social_network

Remember Google Buzz? What about Orkut, or Google Wave?

Google has tried several times to take on Facebook and master social networking - without much success. Now it is making its biggest effort yet.

On Tuesday, Google introduced a social networking service called the Google+ project - which happens to look a lot like Facebook. The service - which is initially available to a select group of Google users who will soon be able to invite others - will let people share and discuss status updates, photos and links like they do on Facebook.

It offers group video chats, called Hangouts, that other members of a group can join as it is happening

But the Google+ project will be different in one significant way: It is meant for sharing with groups - like colleagues, roommates or hiking friends - not with all of one's friends or the entire web. It also offers group text messaging and video chat.

"In real life, we have walls and windows and I can speak to you knowing who's in the room, but in the online world, you share with the whole world through a 'Share' box", said Mr Bradley Horowitz, a vice president for product management at Google, who is leading the company's social efforts with Mr Vic Gundotra, a senior vice president for engineering. "We have a different model."

Google+ users will start by selecting people they know from their Gmail contacts (and from other services, once Google strikes deals with them). They can drag and drop friends' names into different groups, or circles, and give the circles titles, like "sisters" or "book club". Then they can share with these groups or with all of their friends.

Unlike on Facebook, people do not have to agree to be friends with one another. They can receive someone's updates without sharing their own.

Facebook has also recognised people's desire to share with smaller groups, and last year introduced Groups to make that possible. It has been one of Facebook's fastest-growing products, with users creating 50 million groups in the first six months, said Facebook.

"We're in the early days of making the web more social, and there are opportunities for innovation everywhere," a Facebook spokeswoman said in response to Google+.

When users visit their Google+ home page, they see three columns and a stream of status updates in the middle that looks remarkably like Facebook. But Google said that besides an easier way to share with select groups, Google+ has several other features that distinguish it from competitors.

It offers group video chats, called Hangouts, that other members of a group can join as it is happening. Users can search a section called Sparks to see articles and videos from across the web on certain topics, like recipes or ailments, and share them with relevant groups of friends.

People can chat with groups using a feature called Huddle on the Google+ mobile app for Android phones and iPhones. Photos and videos shot with cellphones are automatically uploaded to a private album, so Google+ users can quickly view and post them from their phones or later on a computer.

"The notion that online sharing is broken is not an insight that is unique to us," Mr Horowitz said.

source:todayonline.com

FRIENDSTER akan MENGHAPUS semua data PENGGUNA
friendster_social_networking_data

Pelopor jejaring media sosial Friendster, menyatakan segera cuci gudang server yang dimilikinya pada 31 Mei mendatang. Artinya, seluruh data pengguna Friendster mulai dari foto, blog, dan seluruh unggahan akan dihapus.

Laman NYTimes menulis penghapusan seluruh data pengguna Friendster ini dilakukan dalam rangka perubahan strategi bisnis yang kini tersaingi Facebook atau Twitter. MOL Global Malaysia, pemilik Friendster berencana menjadikan laman itu sebagai situs hiburan baru yang lebih atraktif. Beberapa bocoran menyebutkan muka baru Friendster ke depan akan fokus dalam layanan game dan musik.

Lalu, bagaimana dengan nasib data penggunanya? Keterangan resmi yang dikeluarkan Friendster menyatakan sisa waktu hingga akhir Mei dinilai cukup bagi para pengguna Friendster untuk mengalihkan data-data yang dianggap penting.

Friendster akan menyediakan forum bantuan ‘Friendster Exporter’ yang dapat digunakan penggunanya menyimpan atau memindahkan data-data itu ke Flickr atau Multiply.

Rencana ini tentu saja menuai kekecewaan pengguna Friendster. Meski laman itu sudah serupa rumah hantu, Jim Leila, salah satu pengguna Friendster mengaku sedih. "Ada sebagian emosi saya yang tertinggal di sana," kata Jim, 31 tahun, yang kerap berkomunikasi dengan pacarnya sekitar empat tahun lalu.

Friendster didirikan oleh Jonathan Abrams sejak 2002. Tiga tahun berikutnya Friendster menambahkan fitur blog. Jejaring ini mampu menarik minat puluhan juta penggunanya di seluruh dunia. Namun, Friendster tak pernah menjadi raksasa jejaring sosial akibat tergilas Facebook dan Twitter. Sejak Desember 2009, MOL Malaysia telah membeli Friendster seharga US$ 100 juta.

sumber: tempointeraktif.com

Memanfaatkan fitur Facebook Places di BlackBerry!
blackberry_facebook_places

Siapapun pasti kenal atau malah sudah memiliki akun di jejaring sosial Facebook. Saat ini jumlah pengguna Facebook bahkan sudah mencapai 500 juta. Mark Zuckerberg, si pemilik Facebook, bahkan tidak pernah membayangkan kalau jumlah pengguna Facebook bisa sampai di angka 500 juta, pada saat dia memulai Facebook 6 tahun yang lalu. Mark Zuckerberg sendiri pernah dinobatkan sebagai orang kaya yang paling muda. Bagi pengguna BlackBerry pasti sudah akrab dengan Facebook. Sebenarnya tidak hanya BlackBerry, handphone atau smartphone lainnya juga sudah banyak memanfaatkan kepopuleran Facebook. Salah satu aplikasinya adalah Facebook Places yang sudah tersedia di BlackBerry.

Aplikasi Facebook Places muncul seminggu setelah dirilis di Android dan tersedia sebagai bagian dari Facebook untuk Blackberry 1.9. Lalu apa saja fitur yang ada di Facebook Places di Blackberry?

Berikut ini adalah beberapa fitur dari Facebook Places:

  • Check in di Facebook Places hingga radius 1,25 mil dari lokasi pengguna
  • Memilih Place dari Nearby Places yang sudah tersedia
  • Menambahkan Place jika memang tempat tersebut belum ada.
  • Pengguna BlackBerry dapat membubuhkan tag pada sejumlah teman-teman
  • Mengintip Places yang baru saja dikunjungi oleh teman-teman.
  • Di Facebook Places mengizinkan pengguna memberikan tanda jempol 'Like'
  • Menambahkan komentar di tempat check in
  • Sudah terintegrasi dengan GPS maupun BB Maps

Penasaran dengan Facebook Places di Blackberry? Silahkan unduh / download:

facebook_places_blackberry_app_world

dari beberapa sumber / gambar:google.com & appworld.blackberry.com