Jalan-jalan ke George Town dan Tempat-tempat Wisata di Penang | Catatan Perjalanan Penang
Jalan-jalan ke George Town dan Tempat-tempat Wisata di Penang

Jalan-jalan ke George Town dan Tempat-tempat Wisata di Penang | Catatan Perjalanan Penang. Setelah mengetahui bahwa proses penyuntikan obat Suprafact dimulai tanggal 13 Desember dan dapat dilakukan di Medan maka kami booking tiket kembali ke Medan tanggal 29 November 2015.

Setelah tiket konfirm kami pun merencanakan untuk mengunjungi beberapa objek wisata di Penang.

Lho emang obat apa? Supaya tidak bingung bisa membaca cerita mengenai obat tersebut di link ini Perjalanan Panjang Mendapatkan Buah Hati Melalui Program Bayi Tabung di Lam Wae Ee Hospital Penang Malaysia 

Ok, lanjut ya. Di hari pertama kami putuskan akan jalan-jalan ke George Town. Informasi dari Wikipedia, George Town ditemukan pada 11 Agustus 1786 oleh Kapten Francis Light, seorang trader dari perusahaan British East India. Banyak tempat atau lokasi wisata di Goerge Town yang dinyatakan merupakan UNESCO World Heritage.

Dari halte dekat Apartemen Mewah Court  (tepatnya di depan Liverpool Cafe) kami naik bis Rapid Penang ke Komtar dengan ongkos RM 1.40. Dari halte ini semua bis Rapid Penang akan menuju Komtar.

Komtar adalah Kompleks Tun Abdul Razak dan merupakan semacam stasiun bis penghubung di Penang. Jadi semua bis Rapid Penang dari jurusan manapun akan berakhir di Komtar. 

10 Tempat Wisata Terkenal Terbaik di Penang
Komtar : Kompleks Tun Abdul Razak, Penang

Stasiun Bis Komtar Penang Malaysia | Catatan Perjalanan Penang
Stasiun Bis Komtar

Bis Rapid Penang | Catatan Perjalanan Penang
Bis Rapid Penang
Saat kami jalan-jalan ke tempat-tempat wisata di George Town, kami hanya mengandalkan peta Penang Tourism, Google Maps dan GPS. Sesampainya di Komtar kami mencoba bertanya ke bagian informasi mengenai Shutle Bus dari Komtar ke George Town. Shuttle Bus ini free.

Disebutkan untuk menunggu di salah satu tempat di sekitar Komtar.  Tapi setelah sekitar 20 menit, bis yang ditunggu belum juga datang. Maka kami putuskan untuk berjalan kaki sambil mengandalkan peta turis Penang dan Google Maps.

Setelah makan siang di salah satu warung nasi dekat Komtar, kami lanjutkan berjalan kaki. Prinsip kami, kalau ada tempat atau lokasi wisata yang bagus, kami berhenti. Saat itu matahari sedang panas-panasnya.

Berikut ini adalah beberapa lokasi tempat-tempat wisata di George Town yang kami kunjungi seperti:

Tempat-tempat Wisata Menarik di Penang
Salah satu Vihara di George Town Penang

Tempat-tempat Wisata Menarik di George Town Penang
Pusat Informasi Turis di George Town Penang

10 Tempat Wisata di Penang Yang Wajib Dikunjungi
Salah satu sudut pemandangan di George Town Penang

Tempat Wisata Populer di Penang yang sering Dikunjungi
George Town dan bangunan tuanya

Bayleaf India Penang Food Culture and Arts
Bayleaf India Penang

Jalan jalan ke Tempat Wisata Menarik di George Town Penang
Mesjid Melayu Lebuh Acheh Penang

Tempat Wisata Penang Malaysia Yang Wajib Dikunjungi
Restoran Kapitan George Town Penang

Aneka Ragam Tempat Wisata Di Penang Malaysia
St. George's Church di Lebuh Farquhar George Town

Ada Apa di Penang: Berkeliling ke Obyek Wisata Lain di Penang
Gedung Tua di George Town Penang
Di George Town selain tempat wisata seperti gedung-gedung tua juga banyak terdapat mural.
Mural adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya - Wikipedia
Salah satu mural yang sudah sangat terkenal dan mendunia adalah "Kids on Bicycle' atau ada juga yang menyebutkan dengan 'Little Children on a Bicycle'.

10 Tempat Wisata di Penang Yang Wajib Dikunjungi
Kids on Bicycle
Masih banyak lokasi tempat wisata di George Town yang belum kami kunjungi. Kami rencanakan saat nanti kembali ke Penang akan mengunjungi dan jalan-jalan ke lokasi mural dan street arts lainnya di George Town.

Catatan: di Penang ada Shuttle Bus yang rutenya dari Komtar lalu menuju kawasan George Town dan akan kembali ke Komtar. Bisnya mirip dengan Rapid Penang hanya saja tanpa nomor. Dan di bagian depan atas busnya (di bagian neon box running textnya) ada tertulis CAT. Kita dapat menggunakan bis jenis ini dengan gratis. Ada juga semacam bis turis yang bertingkat dan bis ini juga gratis.

Itulah jalan-jalan di Penang di hari pertama.

Hari kedua kami putuskan untuk ikut City Tour. Di sekitar Prangin Mal di Komtar ada beberapa perusahaan tour. Sebelum balik ke Mewah Court, kami memilih salah satu perusahaan tour ini dan mencoba paket jalan-jalan City Tour 6 jam dengan biaya RM 60 per orang.

Harga paket ini sudah termasuk makan siang. Tapi belum termasuk tiket masuk ke Penang Hills. Kami dijanjikan untuk dijemput di Mewah Court jam 9 pagi.

      baca juga;


Sekitar jam 9 pagi, Mr. Koh - driver sekaligus tour guide - sudah menjemput kami dengan mobil Avanzanya di halaman parkir Mewah Court. Kami beruntung hanya kami yang ikut di city tour kali ini. Biasanya city tour ini akan digabung dengan rombongan lain. Tempat wisata pertama yang akan kami kunjungi adalah Penang Hills.

Penang Hill merupakan sebuah bukit dimana unuk mencapai bukit itu menggunakan sebuah kereta yaitu Penang Hill Railway. Harga tiket kereta ini RM 30 per orang.

Kereta di Penang Hill ini di-desain khusus, tidak seperti kereta pada umumnya, namun di-desain miring, kemiringannya sekitar 45 derajat karena disesuaikan dengan kemiringan bukit.

Perjalanan dari bawah ke atas bukit memakan waktu kurang lebih lima menit. Selama lima menit di dalam kereta, kita akan disuguhi oleh pemandangan yang cukup menarik. Railway ini buka dari dari 6 pagi sampe jam 9 malam di hari biasa dan sampai jam 11 malam saat weekend.

Di puncak bukit ada beberapa 'spot' menarik untuk foto-foto, ada juga kafe, Owl Museum dan lain-lain.

Penang Hill Objek Wisata di Penang Yang Wajib Dikunjungi
Penang Hill Railway

Penang Hills Tempat Wisata Menarik di George Town Penang
Pemandangan dari puncak bukit Penang Hills
Setelah dari Penang Hills kami dibawa ke salah satu kuil atau vihara Budha yaitu Kek Lok Si. Kuil Buddha terbesar di Asia Tenggara ini mulai dibangun sejak 1890. 

Pembangunannya diawali dari impian seorang pendeta Buddha bernama Beow Lean yang berasal dari China untuk memperkenalkan agama Buddha secara lebih luas dengan membangun sebuah biara di daerah perbukitan Ayer Itam, Penang.

Vihara Kek Lok Tempat Wisata Populer di Penang yang sering Dikunjungi
Vihara Kek Lok Si Penang

tempat wajib dikunjungi di pulau pinang
Menyalakan lilin di vihara Kek Lok Si Penang
Setelah makan siang, kami menuju ke peternakan lebah. Di tempat wisata ini kita melihat apa dan bagaimana peternakan lebah. Kita juga dapat membeli madu. Harganya cukup mahal.

Selanjutnya kami menuju ke lokasi wisata Dhammikarama Burmese Temple dan Wat Chaiwattanaram dari Thailand yang ada diseberangnya. Menurut sejarahnya Burmese Temple dibangun pada 1 Agustus 1803 yang dikenal juga sebagai “Nandy Moloh Burmese Temple”.

Sementara Wat Chaiwattanaram dibangun oleh Seorang Biksu dari Thailand pada tahun 1854 diatas 5 hektar lahan yang dihibahkan Ratu Victoria dari Inggris.

Burmese Temple Tempat-tempat Wisata Menarik di Penang Malaysia
Dhammikarama Burmese Temple di Penang

Kuil di Dhammikarama Burmese Temple Burmese Lokasi Wisata Menarik di Penang Malaysia
Salah satu kuil di Dhammikarama Burmese Temple

Bola dunia di Dhammikarama Burmese Temple Penang
Bola dunia di Dhammikarama Burmese Temple
Sleeping Budha di Wat Chaiwattanaram Temple Penang Wajib Dikunjungi
Sleeping Budha di Wat Chaiwattanaram Temple

Kuil di Wat Chaiwattanaram Temple Tempat Wisata Populer Penang
Kuil di Wat Chaiwattanaram Temple
Setelah menikmati suasana di kedua temple itu serta membeli beberapa suvenir, kami minta diantar ke Komtar. Dari Komtar kami ke Queensbay Mal menggunakan Rapid Penang nomor 304 dengan ongkos RM 2. Mal-nya biasa saja dibandingkan dengan mal yang ada di Indonesia.

Puas berkeliling di mal ini kami pulang ke Komtar menggunakan Rapid Penang nomor 401E (ongkos RM 2) dan melanjutkan dengan Rapid Penang nomor 11 ke Mewah Court. 

Hari ketiga, setelah mengambil hasil pemeriksaan pap smear istri di Lam Wah Ee, kami jalan-jalan ke Paragon Mal dan Gurney Mal yang terletak di kawasan Gurney.

Ke dua mal ini cukup bagus dan berkelas. Kami makan siang di salah satu restoran yaitu di Urban Food Hall. Menunya Nasi Ayam Hainan dan Traditional Pizza. 

Urban Food Hall Paragon Mal Gurney Penang Wisata Kuliner Populer
Nasi Ayam Hainan dan Traditional Pizza Urban Food Hall Paragon Mal Gurney Penang
Setelah puas dan lelah jalan-jalan ke tempat tempat wisata di Penang, termasuk kedua mal di atas, kami pun pulang ke Mewah Court untuk beristirahat dan persiapan kembali ke Medan.

Daftar Free Member Video Tutorial Internet Marketing Dan Bisnis Online SB1M
Catatan:

1. Selalu sediakan uang receh RM misal 10 sen, 20 sen, dan lain-lain saat menggunakan Rapid Penang. Jika Anda memberi uang yang tidak sesuai dengan tarif bis, maka supir tidak akan memberikan kembalian.

Misal, dari Komtar ke Mewah Court ongkosnya RM 1.40, lalu Anda memasukkan ke box yang berada dekat supir sebesar RM 2. Maka tidak ada kembalian. Jangan lupa untuk menyimpan karcis bis yang diberikan oleh supir.

2. Beberapa nomor bis Rapid Penang, rute dan ongkosnya:

  • Mewah Court ke Komtar: semua bis, tarif RM 1.40
  • Komtar ke Mewah Court: no. 11, tarif RM 1.40
  • Komtar ke Queensbay: nomor 304, tarif RM 2
  • Queensbay ke Komtar: nomor 401E, RM 2
  • Komtar ke kawasan Gurney (baik Gurney Mal dan Paragon Mal): nomor 101, tarif RM 1.40
  • Gurney ke Komtar: nomor 103, tarif RM 1.40
  • Airport ke Komtar: nomor 103, tarif RM 1.40
Jalan Gagak Hitam Ring Road : alternatif kuliner di Medan

Medan..siapa yang tak kenal dengan kota ini. Kota yang diperkirakan telah dihuni lebih dari 2 juta orang, sangat dikenal dengan slogan "Ini Medan Bung". Adanya campuran dari berbagai budaya dan masing-masing masih menjaga kelestarian akan identitasnya, turut memperkaya budaya kota ini, termasuk budaya kuliner. Sebut saja dari Melayu, Jawa, Batak, Tionghoa, Minang, India, Aceh, hingga ada yang dari daratan Eropa/Amerika (meskipun jumlahnya tidak spesifik). Masing-masing datang dengan budayanya sendiri-sendiri, sehingga tidaklah heran kota ini kaya akan budaya (kuliner).  Contoh beberapa kuliner dari kota ini : Soto Medan, Mie Aceh, Misop, Kari Ayam atau Kari Lembu (Sapi), Sop Sumsum, Kwetiauw Belacan Medan, Lontong Sayur, Bihun Bebek, Nasi Lemak, Sate Padang, dan lain-lain. Belum lagi kita berbicara mengenai oleh-oleh, seperti Bika Ambon, Bolu Gulung/Meranti, Sirup Markisa, dan tentu saja tidak ketinggalan duren/durian.

Kuliner khas Medan tersebut dapat dengan mudah ditemukan di berbagai sudut kota maupun di 'pusat-pusat' kuliner misalnya di Jalan Selat Panjang dan Jalan Semarang (untuk berbagai makanan Tionghoa), di Kampung Keling (sekarang Kampung Madras) yang identik dengan masakan dari India, kawasan Padang Bulan (kuliner BPK = Babi Panggang Karo), kawasan Dr. Mansur dengan berbagai jenis makanan, tradisional maupun modern, di Merdeka Walk, Kesawan Square (saat ini sedang mati suri) dan lain sebagainya.

Beberapa tahun belakangan ini, Medan mulai "diserbu" oleh makanan dari luar, khususnya Jakarta dan Pulau Jawa. Mulai dari bakso, mie kocok bandung, martabak manis, sampai yang sekarang sedang 'in' ayam penyet. Salah satu kawasan yang sangat berkembang dan memiliki kemungkinan menjadi pusat kuliner alternatif adalah di Jalan Gagak Hitam/Ring Road. Ruas jalan ini merupakan bagian dari Outer Ring Road yang terletak di antara perempatan Jalan Gatot Subroto dan perempatan Setia Budi. Banyak perumahan yang cukup mewah di sini, diantaranya Tasbih (Taman Setia Budi Indah).

Lokasinya bisa dilihat di peta berikut ini :

Gagak Hitam Medan

Di sepanjang Jalan Gagak Hitam/Ring Road ini banyak kita temukan aneka makanan yang sebagian besar berasal dari luar Medan. Iseng-iseng saya coba mendata makanan atau rumah makan apa saja yang sudah buka di sepanjang jalan ini. Saya menemukan : Ayam Penyet Joko Solo, Ayam Gebrug Citra Solo, Ayam Penyet Sidoarjo, Ayam Petis Cinde Laras, Ayam Kremes Bandung, Ayam Presto, Sop Konro/Coto Makasar/Konro Bakar Saudara, Sop/Sate Kambing Betawi, Iga-iga Bakso, Bakso Gepeng, Indonesia Bakso, Bakso Kepala Sapi (kepala sapi di sini, nama rumah makannya), Miranti Ayam Bakar Bumbu Bali, Ikan Bakar, Mie Ayam Jamur, Mie Goyang Joko Moro, Obonk Steak, Burung Goreng dan Nasi Goreng Mas Pur, Dimsum, Nasi Uduk dan Seafood model tenda, Nasi Uduk Gondangdia cabang Medan, Siomay Bandung, Pempek, Bubur Ayam Jakarta, Aneka Serabi Bandung, dan lain-lain. Tidak ketinggalan resto cepat saji Mc Donald dan KFC juga ditemukan di sini. Yang cukup ramai pengunjungnya adalah Ayam Petis Cinde Laras dan Iga-iga Bakso.

Tentu yang asli khas Medan, dapat kita temukan di sini, seperti Mie Aceh, Sate Padang Danguang-danguang, Regge Corner Lontong Malam, serta tak ketinggalan Bandrek Pak Said. Di sepanjang Jalan Gagak Hitam Ring Road ini juga kita bisa temukan penjual jagung bakar (yang biasanya buka mulai sore sampai malam hari). Di jalan ini juga ada sekitar 2 lapangan futsal dan 4 pomp bensin termasuk Petronas (yang ini jelas ngga ada hubungannya dengan kuliner..hehe).

Mungkin satu saat nanti - entah melalui jalur franchise atau bukan - tidaklah heran jika kita akan menemukan nasi uduk Tanah Abang, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Soto Sulung, Soto Pak Sadli, Soto Kudus, Soto Gebrak, Bubur Sukabumi, Soto Betawi, Ketoprak, Timlo Solo, Soto Surabaya, Lontong Balap dan Kupang dari Surabaya, serta aneka makanan lainnya membuka cabangnya di sini, dan turut memperkaya ragam kuliner di Medan.

Bagaimana dengan cita rasanya? Saya sempat mencicipi Bubur Ayam Jakarta. Menurut mas penjual yang mengaku berasal dari Serang, Banten dan baru 5 bulan di Medan, dialah satu-satunya bubur ayam Jakarta yang buka di sana. Bubur yang disajikan tidak menggunakan bumbu kuning, kacang kedelai goreng dan tidak ada jeroan/telor dalam bentuk sate yang biasa dijual oleh penjaja bubur ayam di Jakarta. Demikian juga dengan Siomay Bandung, belum mendekati rasa Siomay Bandung. Mungkin kalau kuliner ini hasil dari franchise, cita rasanya bisa sama :-)

Pemko Medan sepatutnya mengelola kawasan ini secara baik, untuk menghindari adanya masalah dikemudian hari (contohnya para penjual jagung bakar, yang memanfaatkan kaki lima sebagai tempat usaha mereka). Kawasan ini akan terus berkembang, para pemilik modal - baik yang cinta kuliner maupun tidak - akan mencoba keberuntungannya dengan membuka rumah makan di lokasi ini. Jika saja kawasan ini dikelola dan ditata dengan baik, maka tidak tertutup kemungkinan bisa menjadi jalan/pusat kuliner terpanjang di Medan dan siapa tau bisa menjadi ikon kota Medan.

Nasi Uduk Gondangdia Ayam Gebruq

Bakso Gepeng Masto Ikan Bakar

Jagung Bakar Bubur Ayam Jakarta

PS: Nama jalan Gagak Hitam saya ambil dari peta Navigasi.net, bagi yang mengetahui lebih tepat nama jalan ini Gagak Hitam, mohon koreksinya.

Kopi Kok Tong - Warung Kopi Lokal
Kopi Kok Tong - Warung Kopi Lokal - Medan

Kopi Kok Tong - Warung Kopi Lokal di Medan. Kalau ditanya apa kenal sama Starbuck atau Coffee Bean atau yang produk-produk ngetop itu, so pasti banyak yang kenal dan bahkan mungkin udah pernah nongkrong  di sana. Entah menikmati cita rasa kopinya atau cuman mau memastikan apa benar tidak ya harganya sekian puluh ribu per cangkir.

Tapi kalau ditanya apa kenal sama Kopi Kok Tong Medan? Pasti banyak yang menggelengkan kepalanya (tapi geleng2 disini bukan termasuk golongan yang ajeb...ajeb ya..).

Wajar aja kalau belum kenal sama Kopi Kok Tong Medan. Orang Medan aja masih banyak yang belum kenal sama kopi lokal ini. Tapi bagi warga Siantar (kota Pematang Siantar maksudnya) dijamin pasti kenal sama warung kopi ini, karena dari kota ini-lah si Kok Tong ini brojol. 

Berdiri sekitar sejak Januari 1925 (mungkin pas berdiri ada janjian sama Nyonya Meneer ), dan baru dua tahun belakangan ini Kok Tong nyosor ke Medan, dengan mengambil tempat di dua plaza yaitu di Sun Plaza dan Medan Fair Plaza.

Menurut catatan Mpu Perkopian, Kok Tong ini awalnya dirintis sama yang namanya Lin Tee Kee. Karna sudah cape ngaduk-ngaduk kopi (warna kulit si engkoh ini aja jadi ikutan item),  diteruskan ke anaknya, yang punya nama A Tap Seng eh, salah Lin Kok Tom. 

Tempatnya di sekitar Jl. Wahidin dan Jl. Surabaya di Kota Siantar (bukan Jl. Surabaya di Jakarta yang jual barang-barang antikss itu). Karna si Lin Kok Tom ini sudah merasa tak kuat, dialihkanlah ke generasi ke tiga yaitu Djamin Halim dan Paimin. 

Mungkin karna tidak mau dikatakan jago kandang, maka ditangan generasi ketiga inilah mereka melakukan ekspansi dan masuk ke kota Medan (Medan, here we come..).

Kopi Kok Tong Medan murni menggunakan kopi lokal (aih..cinta Indonesia) yaitu kopi robusta yang berasal dari perkebunan rakyat Kecamatan Raya Siantar (Simalungun). Rasa, aroma dan penampakan (penampakan atau penampilan ya?) kopi ini sangat khas. Hitam, pekat dan ada buih yang muncul di permukaan. 

Mungkin faktor penyeduhan mempengaruhi cita rasa ya..Prosesnya - katanya - kayak gini : air dimasak hingga mendidih, trus itu kopi dimasukkan, lalu kopi disaring supaya kopi menempel di saringan, then ditarik-tarik seperti bikin teh tarik. But trust me...saya udah coba ikutin semua proses itu di rumah, tapi tetap aja rasanya beda. Kenapa ya?

Lanjut...

Beda dengan Kok Tong yang di Siantar, maka Kok Tong yang di Medan tampil dengan konsep yang lebih modern dengan interior yang nyaman. Ngga kalah set sama tempat ngopi dari yang luar negri. Cucok-lah untuk tempat nongkrong. Yang paling sering di order adalah Kopi Panas black O.

Sedikit cerita mengenai Kok Tong yang di Siantar. 

Kalau saya pas ke kebon (kelapa sawit - red), pasti akan mampir ke warung kopi ini. Letaknya di pojok perempatan jalan. Pertama kali ngopi di sini , saya kaget. Kagetnya kenapa, karna pada saat kopi dihidangkan, belum lagi saya megang gelasnya, si pelayan udah minta uangnya...Haaa..? Kenapa ya? Apa karna tampang saya termasuk yang mencurigakan? 

Cari-cari informasi, kenapa si mbak itu minta uang di muka (muka siapa ga tau), karna banyak dari para pemimum kopi di sini yang kadang-kadang (malah sering kali), lupa bayar, karna keasyikan ngobrol, pas selesai ngopi main tinggal aja (ah,kau...lupa bayar apa nembak..).

Kopi Kok Tong Plaza Medan Fair

Selain kopi, di Kopi Tiam Kok Tong Plaza Medan Fair juga disediakan aneka jenis makanan ringan. Seperti pisang goreng, ubi goreng, sukun goreng dan aneka jenis makanan yang gurih, seperti cakwe, lemper ayam, cin toi, kali pok, chai pau, kuan chiang (4 jenis makanan ringan yang terakhir belum pernah saya coba). 

Trus ada juga roti bakar, yang diolesi srikaya, produk Siantar. Harga segelas/secangkir kopinya juga tidak terlalu mahal, pokoknya lebih murah dari yang produk luar deh (bahkan yang di Siantar cuman tiga ribu rupiah). Yang di Medan Fair Plaza, Kok Tong buka dari jam 7 pagi. Jadi bisa sekalian sarapan.

      baca juga:

Sambil ngopi, saya membayangkan, bisa ga ya warung-warung lokal Indonesia mendunia dan suatu saat, pas lagi jalan-jalan ke Amrik, Eropa, atau bahkan ke Kutub Utara, ada logo warung kopi produk Indonesia. Dan dengan bangga kita ngomong : eh, itu warung kopi dari negara gue lho..

Bisa-kah?

PS : ini bukan iklan atau Pay to Review dari Kopi Tiam Kok Tong Plaza Medan Fair ya..cuman cerita pribadi mengenai rasa kopi Kok Tong.



BANNER FREE MEMBER