Fitur GOOGLE Blacklist (blacklist feature) BELUM mempengaruhi PAGERANK
google_blacklist_features_efek_pagerank

Sudah tau dong, kalau saat ini Google sedang hangat-hangatnya melakukan update Google Algorithm di dalam proses hasil pencariannya? Kalau belum, bisa baca artikelnya di sini. Intinya sih, Google ingin laman hasil pencariannya (SERP = Search Engine Results Page), bersih dari situs-situs 'sampah' yang muncul di halaman pertama. Artinya, hanya situs yang memiliki nilai rapor yang bagus - setidak-tidaknya - dimata  Google, yang muncul di SERP-nya. Disamping update algoritmanya, maka Google juga melakukan update dan sudah mengizinkan kita untuk memblok situs-situs yang tidak kita inginkan muncul di halaman pencarian.

Pasti kita semua pernah mengalami hal seperti ini: katakanlah ingin mencari satu informasi atau topik yang sangat penting, tapi yang muncul adalah situs-situs yang tidak kita suka di bagian hasil pencarian. Atau yang muncul malah situs-situs 'hot marko-hot'  alias situs porno. Nah, Uncle Google sudah meng-update hasil pencariannya sehingga kita memiliki kontrol atas situs-situs yang tidak kita ingin lihat pada saat kita sedang 'searching'. Fitur ini oleh Google disebut blacklisting feature (bahasa indonesianya, kira-kira fitur daftar hitam).

Pada saat kita melakukan proses pencarian - tentunya dengan menggunakan search engine Google - maka fitur daftar hitam (blacklisting feature) dapat kita aktifkan pada saat kita klik salah satu link /URL, lalu kembali ke halaman pencarian, setelah kita memutuskan bahwa link yang kita klik tadi bukanlah situs yang kita inginkan. Kalau kita kembali ke halaman Google, maka satu pilihan baru akan muncul disamping link Cached yang berbunyi "Block all [website name] results". Sehingga situs-situs ini tidak akan muncul di halaman pencarian kita. Kita dapat mengelola situs-situs atau link yang telah kita blok atau masukkan ke dalam daftar hitam tadi, jika kita telah sign in ke akun Google kita. Apakah situs-situs tersebut akan kita muncul-kan atau sembunyikan. Atau mungkin kita ingin un-block. Pesan ini akan muncul di bagian bawah atau atas dari halaman pencarian tergantung dari relevansi halaman yang diblok. Contohnya seperti ini:

How to use Google Blacklist Feature...

google_blacklists_feature

How to manage block site...

google_blacklists_feature_manage

Lalu apakah fitur blacklist ini akan mempengaruhi Google PageRank? Karna bisa saja terjadi, satu kelompok besar orang, entah secara iseng atau emang punya niat untuk memblok satu situs yang sama, dan berharap situs tersebut mendapat 'hukuman' dari algoritma Google sehingga PageRank-nya turun? Google bilang, untuk saat ini mereka belum menggunakan blacklist feature sebagai "signal in ranking".

Google says it's not currently using the blacklists as a signal in ranking, but "we’ll look at the data and see whether it would be useful as we continue to evaluate and improve our search results in the future.”

Jadi, ada kemungkinan satu hari nanti, blacklisting feature akan mempengaruhi Page Rank, tapi setidak-tidaknya untuk saat belum. Oya, Google update untuk memblok situs yang tidak kita inginkan ini, saat ini baru bisa berjalan di Chrome 9+, IE8+, and Firefox 3.5+ (sorry Safari and Opera users).

dari berbagai sumber / gambar: google.com

GOOGLE Algorithm UPDATE - even Kings can be DETHRONED
google_algorithm_update

Dunia SEO dan para pemilik blog atau situs, sepertinya sedang kebakaran jenggot alias panik, karena Google sedang memperbarui sistem algoritmanya (Google algorithm update). Sepertinya Google merasa terganggu karena banyaknya “spammy dan low-quality content sites” yang muncul di halaman pencariannya (crowding the search results). Alasan yang dikemukakan Google kenapa meng-updated algorithm–nya, ada tercantum di Google Blog tanggal 24 Februari 2011:

Our goal is simple: to give people the most relevant answers to their queries as quickly as possible…This update is designed to reduce rankings for low-quality sites—sites which are low-value add for users, copy content from other websites or sites that are just not very useful. At the same time, it will provide better rankings for high-quality sites—sites with original content and information such as research, in-depth reports, thoughtful analysis and so on…”

Dengan meng-update algoritmanya, Google ingin mengurangi ranking hasil halaman pencariannya dari situs-situs yang memiliki kualitas yang tidak bermutu, situs yang tidak memiliki nilai tambah bagi user dan situs yang isinya melulu copas (copy paste / copy content) dari situs lain. Situs-situs ini seringkali malah muncul di halaman pertama Google. Dan ini – menurut Google – sangat mengganggu.

Lalu apa efek dari Google updated algorithm ini?

Saat ini, efeknya sudah dirasakan oleh pemilik situs di Amerika, karena update ini memang baru berjalan (aktif) di Amerika. Banyak situs yang mengalami penurunan trafik (traffic) yang cukup tajam. Ini dikarenakan situs-situs mereka tidak lagi muncul di halaman pencarian Google (de-listed). Padahal pemilik situs ini sangat tergantung kepada trafik. Trafik sama artinya dengan uang, begitu kata mereka.

Yang anehnya, kegiatan bersih-bersih dari Google ini, tidak hanya ‘menyapu’ apa yang mereka sebut ‘content farm” tapi juga menghantam situs-situs yang cukup ternama, seperti Technorati, dan beberapa media seperti Trails.com, Livestrong.com, and AnswerBag.com dan lainnya.

Technorati got hit too. This site was once considered a darling among bloggers, and now apparently it’s been reduced to a low quality site clogging up the search results, based on Google’s doings.

Bahkan Morris Rosenthal dari Foner Books (fonerbooks.com) menduga kenapa konten situsnya di-de-valued oleh Google, bukan hanya masalah konten, tapi juga desain dari situs.

When asked what his best guess is as to why Google de-valued his content, Rosenthal said, "My favorite guess is duplicate content, ie, people have stolen so much from me for so long and in so many different ways, that Google can't tell the difference who is the originator and has declared a pox on all of our houses. But it could also be that they hate my 1995 style HTML, I've heard of a lot of other ten year old and fifteen year old sites with valuable content getting hit hard, it could be they are equally old fashioned in their presentation."

Proses update ini masih berjalan, kita tidak tau cerita akhirnya akan seperti apa. Yang jelas, bagi rekan-rekan yang memiliki blog dengan kriteria seperti yang disebut oleh Google di atas, low quality content atau copy content/duplicate content, siap-siap saja ranking situsnya akan turun di hasil halaman pencairan Google. Kalau dulu dengan keyword tertentu bisa muncul di halaman pertama, nanti bisa muncul dihalaman ke 100 atau 200 atau mungkin tidak ada sama sekali (de-listed).

king of search engine

Tapi patut diingat, search engine itu tidak hanya Google. Masih ada yang lain, misalnya Yahoo dan Bing. Ada beberapa pemilik situs, yang terkena efek Google Algorithm Update, tapi jumlah trafiknya dari Yahoo dan Bing malah meningkat. Dan jangan lupakan Facebook, karena menurut data statistik, saat ini jumlah pengunjung (visitor) Facebook jauh lebih banyak dari Google.

Google may be the search engine king, but even kings can be dethroned.

dari berbagai sumber / gambar: google.com


arrow_down3_thumb3[1]

Tips sederhana meningkatkan PageRank

Sandbox dan artikel yang menghilang dari halaman Google
google_sandbox

Apakah anda pernah mengalami postingan atau artikel anda menghilang dari halaman Google (SERP) padahal sebelumnya artikel tersebut sudah muncul katakanlah di halaman pertama dengan keyword tertentu? Itu yang saya alami. Salah satu artikel saya menghilang, bahkan dari hasil search url posting muncul kalimat yang tak mengenakan : “penelusuran Anda – site:http://budiawan-hutasoit.blogspot.com/bla bla (judul artikel) – tak cocok dengan dokumen manapun”. Padahal sebelumnya artikel itu muncul di halaman pertama dengan keyword ‘apple corporation’ dari sekian puluh juta hasil pencarian. Masih untung hanya artikel, bagaimana jika domain/url site kita yang hilang?

Apa yang menyebabkan hal di atas? Dari hasil googling serta tanya tetangga kanan kiri, maka kebanyakan dari mereka bilang kalau artikel/blog/website tersebut menghilang dari halaman Google (SERP) karna dimasukkan ke kotak pasir alias Sandbox. Lalu kenapa bisa dihukum dan masuk ke Sandbox? Apakah artikel tersebut telah melanggar UU ITE 2008? :-)

Sebelumnya, apakah Sandbox itu? Beberapa orang menyebutkan, kalau Sandbox bukanlah istilah resmi yang dikenalkan Google, tapi istilah ini dimunculkan oleh webmaster/seo-er untuk menggambarkan sebuah fenomena bagaimana sukarnya satu situs/domain baru menempatkan halaman-halamannya pada posisi atas di hasil pencarian Google. Kenapa bisa diparkir di Sandbox? Katanya hal ini merupakan salah satu upaya dari Google untuk mengurangi spam atau bisa juga sebagai tempat menahan isi web/blog yang dicurigai menggunakan teknik seo blackhat.

Beberapa sumber juga menyebutkan artikel/web/situs menghilang dan masuk ke Sandbox karna dicurigai melakukan manipulasi SEO untuk mendapatkan ranking teratas  dengan cara-cara seperti : melakukan optimasi berlebihan dengan cara membangun banyak backlink dalam waktu relatif singkat, submit/ping artikel berulang-ulang, melakukan spam indexing (pasang iklan baris otomatis), density keyword (kata kunci) di atas normal dan lain-lain.

Yang membuat saya bingung adalah saya tidak ada melakukan hal-hal yang disebutkan di atas. Submit artikel juga paling-paling ke infogue atau lintasberita dan beberapa social bookmark lainnnya, itupun cukup sekali tidak pernah berulang-ulang. Entah kenapa Google dengan kejamnya menghilangkan artikel saya dari SERP.

Lalu bagaimana caranya bisa keluar dari Sandbox? Ada yang bilang tunggu saja sampai Google berbaik hati memunculkan kembali artikel yang hilang itu. Mengenai waktunya kapan, tidak ada yang tau. Ada juga yang bilang, untuk mengirim/submit kembali artikel tersebut dengan link yang baru. Repot juga ya, tapi yang pasti kita tidak menyuap om gugel supaya artikelnya muncul lagi.

Oya, untuk mengetahui apakah artikel kita masuk sandbox atau tidak adalah dengan cara search url posting. Contoh :

site:http://budiawan-hutasoit.blogspot.com/2009/10/pertamina-kerja-keras-adalah-energi.html

apabila di searching url posting di atas masih mendapatkan hasil, maka bersyukurlah anda, karena artikel itu masih ada di halaman index Google. Tapi jika tidak ada, maka dapat dipastikan sudah diparkir di Sandbox. Atau berharap sambil menghibur diri, mudah-mudahan hanya menghilang sesaat lalu muncul kembali.

Jika ada teman-teman blogger yang bisa memberikan tips bagaimana caranya memunculkan artikel yang menghilang dari halaman Google, mohon kiranya di-share ya.

Picture:wfnx.com