Google Me, jejaring sosial kompetitor Facebook?
google_me

Tidak dapat dipungkiri, pesatnya peningkatan jumlah pengguna (user) Facebook dari tahun ke tahun membuat ‘iri’ para pesaingnya. Pada saat merayakan ulangtahunnya yang ke-6, pengguna Facebook sudah tercatat sebanyak 400 juta. Satu jumlah yang sangat besar dan fantastis, yang bisa saja kita sebut si Mark Zuckerberg ini sudah memiliki ‘negara’ sendiri di dunia maya.

Kesuksesan pertumbuhan Facebook ini jelas menarik perhatian Google, sehingga dikabarkan akan meluncurkan situs jejaring sosial (social networking) pesaing Facebook. Riset secara mendalam telah dilakukan oleh Google. Situs jejaring sosial ala Google ini nantinya akan dinamakan Google Me.

Rumor yang mengatakan bahwa Google sedang terlibat dalam proyek Google Me sebagai kompetitor Facebook sudah dikonfirmasi oleh mantan executive Facebook dan pendiri Quora, yaitu Adam D’Angelo. Berikut ini adalah pernyataan dari D’Angelo:

Here is what I've pieced together from some reliable sources:

  • This is not a rumor. This is a real project. There are a large number of people working on it. I am completely confident about this.
  • They realized that Buzz wasn't enough and that they need to build out a full, first-class social network. They are modeling it off of Facebook.
  • Unlike previous attempts (before Buzz at least), this is a high-priority project within Google.
  • They had assumed that Facebook's growth would slow as it grew, and that Facebook wouldn't be able to have too much leverage over them, but then it just didn't stop, and now they are really scared.

Pihak Google sendiri masih menolak berkomentar mengenai Google Me, demikian juga mengenai kepastian kapan Google Me akan diluncurkan. Kita tunggu saja, apakah Google Me akan menjadi kompetitor Facebook, atau akan bernasib seperti Google Buzz, yang keliatannya tidak berdaya menghadapi pertumbuhan Facebook.

Sumber: detik.com/huffingtonpost.com/quora.com/news.cnet.com/ | gambar : flicker.com

Facebook : 300 juta pengguna, siapa yang tak tergiur
Facebook

Minggu lalu saya mengunjungi toko buku Gramedia yang terletak di Mal Paladium, Medan. Setelah berkeliling dari satu rak buku ke rak buku lain, maka saya menemukan satu rak yang keliatannya dibikin khusus untuk memajang buku-buku yang membahas mengenai Facebook. Mulai dari yang terkesan dibikin asal-asalan sampai yang digarap serius, dari yang membahas Facebook secara umum sampai yang mencari duit melalui Facebook. Cukup kaget juga melihat begitu banyaknya buku-buku yang 'membicarakan' Facebook. Facebook memang sangat popular dan fenomenal.

Saya tidak tau, apakah Mark Zuckerberg pada saat mendirikan Facebook pertama kali, pernah membayangkan kalau situs jejaring sosialnya ini bisa menjadi besar seperti saat ini. Padahal diawal berdirinya (4 Februari 2004) di sebuah kamar asrama Harvard, Facebook hanya diperuntukkan untuk siswa Harvard College. Yang kemudian terus berkembang ke perguruan tinggi lainnya, sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Dan sejak 11 September 2006, orang dengan alamat email apapun dapat mendaftar di Facebook.

Facebook telah menjadi salah satu tujuan internet yang paling populer dan semakin menyaingi perusahaan internet besar lainnya, seperti Yahoo Inc dan Google Inc. Di Alexa.com di antara 500 top sites (per tanggal artikel ini dibuat), Facebook menduduki peringkat no. 2, di bawah Google dan di atas Yahoo! (http://www.alexa.com/topsites)

Tahun lalu (2008) pengguna Facebook hanya sekitar 100 juta orang. Saat ini, penggunanya meningkat tiga kali lipat dari sebelumnya, yaitu 300 juta orang. Dahsyat! Satu jumlah pengguna yang melebihi jumlah penduduk Indonesia, dan malah sudah bisa membentuk negara sendiri.

Dengan jumlah pengguna sebanyak itu, maka bagi kalangan bisnis, Facebook merupakan lahan bisnis yang menggiurkan. Ibarat gadis cantik nan aduhai, maka banyak perusahaan yang ingin mendekati dan jika perlu meminangnya. Dengan memanfaatkan Facebook - melalui iklan - praktis produk kita akan semakin dikenal di seantero dunia. Bahkan menurut saya, Blackberry layak berterimakasih kepada Facebook, karna Facebook turut meningkatkan penjualanan Blackberry, sampai anak-anak sekolah ber-BB-ria. Fenomena ini kemudian dimanfaatkan oleh produsen-produsen handphone lain, untuk memproduksi handphone dengan prinsip : mirip Blackberry dan 'mencangkokkan' Facebook di handphonenya. Info lainnya, di bulan Mei 2009, Facebook mengumumkan adanya investasi US$200 juta dari Rusia Digital Sky Technologies dalam sebuah kesepakatan. Ini meningkatkan nilai saham Facebook menjadi US$10 miliar. Sekitar US$6,5 miliar dari nilai tadi untuk saham yang dimiliki karyawan Facebook. 

Inovasi baru terus dikembangkan oleh Facebook, untuk meningkatkan daya saing dengan kompetitornya. Bahkan mereka menggandeng Vivox - satu perusahaan yang berbasis di Boston yang menyediakan layanan suara terintegerasi untuk dunia virtual - untuk membuat fitur bagi pengguna Facebook sehingga dapat berkomunikasi suara (voice chat). Fitur ini akan menambah fitur-fitur lainnya yang sudah dinikmati oleh pengguna Facebook selama ini seperti microblooging, messenger, mail, image/photo sharing, video sharing, notes untuk blooging, searching, internet marketing, games, dan lain sebagainya.

Menarik untuk disimak, inovasi-inovasi selanjutnya yang akan dikembangkan oleh Facebook agar situs jejaring sosial ini dapat terus bertahan dan tidak ditinggalkan oleh penggunanya. Tanpa inovasi maka Facebook bisa saja bernasib seperti saudara tuanya Friendster. Lalu, bagaimana kita menyikapi fenomena Facebook ini? Bagi saya, walaupun ada sisi negatifnya, ambil yang positipnya saja. Jika saya dapat memanfaatkan Facebook untuk memasarkan produk saya, kenapa tidak? Jika saya dapat menemukan teman-teman lama yang tidak pernah ketemu melalui Facebook, kenapa tidak. Jika saya dapat menambah jaringan bisnis melalui Facebook, kenapa tidak. Bagian yang negatif...buang ke laut aja..hehe.

Bagaimana menurut kalian teman-teman blogger dan facebooker?

Facebook = muka buku yang menurunkan produktivitas kerja
Facebook1

Saat ini hampir bisa dipastikan semua orang mengetahui Facebook. Mulai siswa sekolah, ibu rumah tangga, selebriti, hingga politisi, kini memiliki jejaring sosial Facebook. Sampai-sampai bila belum memiliki akun di Facebook dibilang ketinggalan zaman (ah, yang bener..)

Facebook adalah situs web jejaring sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg. Anak muda yang dilahirkan 14 Mei 1984 ini mendirikan dan mengembangkan Facebook bersama teman Harvardnya Andrew McCollum dan teman sekamarnya Dustin Moskovitz dan Crish Hughes. Jabatannya sekarang adalah sebagao CEO Facebook.

Melalui Facebook Mark Zuckerberg tercatat sebagai milyarder termuda, atas usaha sendiri dan bukan karena warisan, yang pernah tercatat dalam sejarah. Kekayaannya ditaksir sekitar satu setengah miliar dolar Amerika.

Banyak alasan mengapa Facebook digemari oleh khalayak ramai dibandingkan dengan situs jejaring soal lainnya, seperti kemudahan pada saat register, memiliki fitur-fitur yang lebih komplit, adanya game online, bisa membalas komentar via wall to wall, dan lain-lain.

Di lain sisi, ada juga sisi negatifnya, misalnya menurut ahli psikologi Inggris, Dr. Aric Sigman : membuat orang terpisah satu sama lain karena ke asyikan berinteraksi secara virtual. Fenomena tersebut dapat menimbulkan efek biologis. Kurangnya pertemuan face to face bisa mengubah kerja gen, menganggu respon kekebalan, level hormon, fungsi arteri dan mempengaruhi keadaan mental. Keadaan tersebut diklaim bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius seperti kanker, stroke sampai demensia. Situs jejaring berperan penting membuat orang semakin terisolasi.

Ada lagi yang bilang, bahwa Facebook dapat menurunkan produktivitas kerja karyawan, sehingga beberapa perusahaan sudah memblokir akses ke Facebook di kantornya. Dipikir-pikir ada benarnya juga...seperti yang dilakukan oleh teman kita ini..bagaimana tidak menurunkan produktivitas kerja kalau tiap hari ber-facebook-ria seperti ini :

FACEBOOK

Sumber gambar : http://papaxicolates.blogspot.com/