Pernahkah kita berpikir untuk menghilang dari dunia maya dengan menghapus seluruh identitas, data dan eksistensi diri kita dari semua jejaring sosial? Artinya kita benar-benar hilang dari dunia maya. Di dunia nyata bisalah ini disamakan dengan melakukan bunuh diri dengan berbagai cara, seperti yang sedang tren saat ini yaitu loncat dari lantai sekian di mal. Di dunia maya, ini dinamakan bunuh diri secara virtual. Tidak perlu repot-repot, hanya duduk di depan komputer, dan dengan satu klik, maka seluruh data kita di pelbagai media sosial dijamin bakal langsung lenyap.
Untuk melakukan bunuh diri virtual, maka kita memanfaatkan situs Suicide Machine (http://suicidemachine.org/). Suicide Machine merupakan situs yang membantu para pengguna jejaring sosial – yang sudah bosan atau putus asa beraktivitas di dunia maya – dengan menghapus data yang tersimpan di server layanan media-media sosial. Layanan ini bersifat gratis dan dapat ‘membunuh’ akun kita di pelbagai jejaring sosial, seperti MySpace, LinkedIn, Facebook, dan Twitter.
Cara melakukan bunuh diri virtual di Sucide Machine cukup gampang. Pengguna hanya cukup mengetikkan nama dan kata kunci yang terdaftar di situs jejaring sosialnya. Bahkan kita bisa meninggalkan pesan terakhir sebagai salam perpisahan. Proses penghapusan hanya membutuhkan waktu kurang dari hitungan jam dan semua data langsung hilang. Apakah ada yang memanfaatkan situs yang muncul pertama kali pada Desember 2009 ini? Disebutkan, situs ini telah dipakai 2.218 orang, telah memutus 164.898 tali pertemanan di Facebook dan menghapus 387.704 ‘kicauan/ocehan’ di Twitter.
Facebook yang memiliki anggota hampir 400 juta orang, jelas-jelas dibikin gerah dengan situs bunuh diri virtual ini. Facebook menganggap Suicide Machine sebagai ancaman terhadap koleksi basis data pengguna mereka dan telah mengirim e-mail meminta pengelola situs Suicide Machine menghentikan aktivitas yang melanggar ketentuan di Facebook. Walter Langelaar, sebagi salah satu pencipta Suicide Machine dengan enteng menjawab : ‘menghapus beberapa ratus nama di Facebook tidak ada artinya (mengingat jumlah pengguna Facebook yang ratusan juta), tapi mereka (Facebook) menganggapnya sebagai ancaman”.
Apakah sudah ada orang Indonesia yang memanfaatkan situs Suicide Machine untuk melakukan bunuh diri secara virtual? Menurut Onno W. Purbo – pakar teknologi informasi - sih, belum ada. Atau dari teman-teman blogger ada yang mau melakukan bunuh diri virtual? Silahkan manfaatkan situs bunuh diri virtual Suicide Machine. Tapi ingat, penghapusan data di jejaring sosial ini bersifat permanen, dengan kata lain data tidak bisa dihidupkan lagi. Kurang lebih sama-lah dengan bunuh diri di dunia nyata…hehe.
sumber:majalah tempo



