Seberapa Bahayakah Bakteri Helicobacter Pylori Bagi Penderita Lambung Dan GERD, Ciri-ciri Dan Gejala Infeksi H. Pylori
Seberapa Bahayakah Bakteri Helicobacter Pylori Bagi Penderita Lambung Dan GERD, Ciri-ciri Dan Gejala Infeksi H. Pylori

Bagi para penderita masalah lambung, maag dan GERD maka patut mewaspadai keberadaan bakteri Helicobacter Pylori atau H. Pylori yang ada di dalam lambungnya. Sebab bakteri ini dapat menjadi salah satu penyebab masalah di lambung, selain faktor makanan dan pola pikir.

Bakteri H. Pylori, merupakan bakteri yang hidup pada lapisan lendir pada saluran pencernaan manusia. Bakteri ini tidak menimbulkan gejala kesakitan pada beberapa orang yang terinfeksi.

H. Pylori merupakan bakteri gram negatif yang banyak ditemukan di dalam antrum pilorus, bagian yang memisahkan lambung dari duodenum. Helicobacter Pylori dikenal sebagai organisme patogen (jahat) pada gastritis kronis, ulkus peptikum, dan karsinoma gaster (kanker lambung).

Bakteri ini juga adalah penyebab yang paling umum dari borok-borok (ulcers) diseluruh dunia. Infeksi bakteri H. Pylori kemungkinan besar didapat dengan memakan makanan dan air yang tercemar serta melalui kontak orang ke orang.

H. Pylori juga memiliki kemampuan untuk bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh (imun) sehingga tidak terdeteksi. Caranya dengan mengganggu kerja proses respon imun di dalam saluran pencernaan.

H. Pylori hidup pada lingkungan yang tidak menguntungkan karena lambung manusia bersifat sangat asam. Agar dapat bertahan hidup, H. Pylori mengeluarkan enzim urease yang merubah urea menjadi amonia. Akibatnya, kadar keasaman lambung berkurang.

Koloni bakteri ini juga sering menggali permukaan lendir pada saluran pencernaan untuk bertahan hidup. Karena itulah muncul peradangan dan luka yang menganga pada lapisan lendir. Peradangan ini susah sembuhnya.

Ciri-ciri dan gejala terinfeksi bakteri H. Pylori. 

Perhatikan gejala-gejala infeksi bakteri H. Pylori yang disari dari situs kesehatan MayoClinic berikut ini:
  • Sakit perut atau perut terasa perih
  • Mual
  • Sering bersendawa
  • Begah
  • Berat badan turun drastis padahal tidak sedang diet
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sulit menelan

Penyebab infeksi bakteri H. Pylori

Hingga saat ini mekanisme penyebaran bakteri H. Pylori dari seseorang ke orang lain belum diketahui dengan pasti. Dugaan paling kuat adalah melalui kontak mulut atau ludah, di mana bakteri yang dikeluarkan oleh penderita tertelan oleh orang yang sehat.

Selain itu, Helicobacter Pylori diduga juga menyebar secara fecal-oral, di mana seseorang dapat terkena infeksi Helicobacter Pylori karena tertelan kuman yang keluar melalui kotoran penderita, misalnya jika tidak mencuci tangannya dengan bersih setelah menggunakan toilet. Helicobacter Pylori juga dapat menyebar melalui air atau makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut.

Seseorang akan lebih mudah terinfeksi bakteri H. Pylori jika:
  • Tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang tidak baik
  • Tinggal di perumahan padat penduduk
  • Tidak memasak air minum hingga matang
  • Tinggal serumah dengan penderita infeksi Helicobacter Pylori
  • Mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid dalam jangka waktu lama.
Anak-anak lebih rentan terhadap infeksi Helicobacter Pylori dibanding orang dewasa. Ini disebabkan karena mereka belum bisa menjaga kebersihan dirinya sebaik orang dewasa.

Cara mendeteksi dan mengetahui bakteri H. Pylori

Cara mendeteksi dan mengetahui bakteri H. Pylori

Terdapat empat tes yang digunakan untuk mendeteksi H. Pylori:

1. Tes antibodi darah

Tes darah untuk melihat apakah tubuh Anda telah membuat antibodi terhadap bakteri H. Pylori. Apabila Anda memiliki antibodi terhadap H. Pylori di dalam darah artinya Anda sedang terinfeksi atau pernah terinfeksi sebelumnya.

2. Tes napas urea (Urea Breath Test)

Tes ini dilakukan untuk mengecek keberadaan H. Pylori, dengan melihat zat karbon hasil pemecahan urea oleh bakteri pylori. Pasien akan diminta untuk menelan pil berisi urea, lalu diperiksa dengan alat khusus apakah terdeteksi zat karbon saat pasien menghembuskan napas ke alat tersebut.

3. Endoskopi

Tes ini bertujuan untuk memeriksa adanya tanda-tanda infeksi H. Pylori secara visual dengan menggunakan endoskop, yaitu sebuah alat berbentuk selang panjang tipis yang dilengkapi kamera pada ujungnya.

Dokter penyakit dalam, konsultan gastroenterologi (SpPD-KGEH), akan memasukkan endoskop melalui mulut pasien, hingga mencapai lambung dan usus halus. Pemeriksaan dilakukan secara visual untuk melihat kondisi lambung yang tidak normal dan adanya tanda infeksi H. Pylori.

Jika perlu, dokter dapat mengambil sampel jaringan lambung untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini juga disebut gastroskopi.

4. Tes antigen feses

Tes antigen feses memeriksa apakah substansi yang memicu sistem imun untuk melawan infeksi H. Pylori ada di dalam feses. Tes ini mungkin juga dilakukan untuk mendukung diagnosis infeksi H. Pylori atau untuk mencari tahu apakah pengobatan untuk infeksi H. Pylori telah berhasil.



Bagaimana infeksi bakteri H. Pylori dapat menyebabkan kanker?

Luka yang ditimbulkan oleh H. Pylori akibat infeksi kronis dilaporkan jadi salah satu faktor risiko dari kanker lambung nonkardia (terjadi pada bagian lambung bawah).

Peradangan dan luka akibat infeksi bakteri H. Pylori bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel dalam sistem pencernaan Anda. Kerusakan sel dalam waktu yang lama bisa memicu mutasi genetik. Mutasi atau perubahan genetik inilah yang kemudian mengubah sel yang normal menjadi sel kanker.

Risiko akibat infeksi H. Pylori meningkat jika seseorang memiliki faktor risiko kanker lambung lainnya. Faktor risiko lainnya antara lain pola makan yang tidak sehat, jarang makan sayur buah, merokok, punya penyakit anemia pernisiosa, dan ada anggota keluarga yang kena kanker lambung.

Infeksi bakteri H. Pylori adalah penyakit yang cukup umum di masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Namun, banyak juga orang yang terinfeksi oleh H. Pylori yang tidak diserang kanker lambung.

Dalam beberapa kasus, infeksi H. Pylori juga berkaitan dengan kanker Limfoma non-Hodgkin dan peningkatan risiko kanker usus . Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana persisinya H. pylori memicu kedua jenis kanker tersebut.

Pengobatan infeksi H. Pylori

Pengobatan infeksi H. Pylori umumya hanya dilakukan ketika infeksi menimbulkan gejala yang mengganggu aktivitas penderita. Selain itu, pengobatan juga dilakukan pada pasien yang memiliki risiko terkena kanker lambung, tukak lambung, atau ulkus duodenum.

Pengobatan infeksi H. Pylori umumnya dilakukan dengan memberikan kombinasi dua atau lebih jenis antibiotik dan obat yang dapat menurunkan asam lambung. Pengobatan dapat bervariasi sesuai dengan kondisi pasien.

Jenis obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengatasi infeksi Helicobacter Pylori adalah:
  • Obat yang menurunkan asam lambung jenis penghambat pompa proton. Contohnya adalah lansoprazole, esomeprazole, rabeprazole, dan
  • Antibiotik, untuk membunuh bakteri Helicobacter pylori yang terdapat pada saluran pencernaan. Contohnya adalah amoxicillin, metronidazole, clarithromycin, dan tetracyclin.
  • Obat yang menurunkan asam lambung jenis penghambat histamin-2 (H2 blocker). Histamin-2 dapat meningkatkan produksi asam lambung, sehingga menyebabkan luka di lambung bertambah parah. Obat penghambat histamin-2 berfungsi untuk membantu mengurangi produksi asam lambung. Contohnya adalah cimetidine dan ranitidine.
  • Bismut subsalisilat. Obat ini berfungsi untuk mencegah tukak tidak bertambah parah dengan cara melindungi lapisan luka dari asam lambung.
Selama masa pengobatan infeksi Helicobacter pylori, pasien disarankan untuk menghindari makanan yang menghambat penyembuhan infeksi, misalnya makanan pedas dan asam. Selain itu, pasien dianjurkan untuk berhenti mengonsumsi minuman beralkohol dan berhenti merokok.

Dokter juga akan meminta pasien melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui respon dari pengobatan. Pemeriksaan rutin yang dilakukan adalah tes sampel tinja dan urea breath test.

Semoga informasi mengenai bahaya bakteri H. Pylori dan gejala-gejala infeksi H. Pylori di atas dapat bermanfaat.

baca juga:
komunitas internet marketing terbaik
Apakah Benar GERD Disebabkan Justru Jumlah Asam Lambung Yang Kurang Bukan Karena Berlebih?
Apakah Benar GERD Disebabkan Justru Jumlah Asam Lambung Yang Kurang Bukan Karena Berlebih?

Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus.

Ketika asam lambung naik, jaringan dinding kerongkongan dan mulut akan teriritasi oleh asam lambung. Berikut ini adalah gejala-gejala yang paling umum dialami oleh penderita penyakit asam lambung adalah sebagai berikut:

  • Sensasi terbakar di dada atau nyeri ulu hati. Kondisi ini dirasakan pada tulang dada akibat asam lambung yang naik ke esofagus. Rasa nyeri akan terasa lebih kuat setelah makan dan saat membungkuk.
  • Merasa seakan-akan ada sesuatu yang mengganjal di kerongkongan saat menelan.
  • Laringitis (peradangan pada laring atau pita suara yang menyebabkan tenggorokan sakit dan suara menjadi parau).
  • Batuk kering tanpa henti, terutama di malam hari.
  • Sakit dada.
  • Kesulitan dan nyeri saat menelan.
  • Gigi menjadi rusak.
  • Kembung dan bersendawa.
  • Bau napas tidak sedap.
  • Peningkatan jumlah air liur secara tiba-tiba.

Selama ini persepsi yang banyak diyakini mengenai GERD adalah jumlah asam lambung yang berlebih.

Namun menurut Reza Wahyu Ismail, GERD bukan disebabkan karena asam lambung yang berlebih, tapi justru karena kadar asam lambung yang kuranglah yang menjadi penyebab.

Di sini saya kutip tulisan dia (dengan mengedit beberapa kalimat agar enak dibaca). Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Anda yang menderita penyakit GERD.

------------------------

Medis konvensional yang mainstream merawat GERD dengan obat-obatan penurun atau penyetop asam lambung, tapi ini tidak mengobati akar masalahnya, malah bikin ketergantungan akibat adanya lingkaran setan GERD (nanti saya jelaskan). Membuat jadi ketergantungan seumur hidup sama obat-obatnya ini.

Inilah obat nomer dua terlaku (yang pertama adalah obat penurun kolesterol). Sama-sama tidak baik tapi bikin duit, padahal GERD itu bisa sembuh (masalah kolesterol juga) dengan nutrisi.

Masalahnya, asam lambung adalah pertahanan kita terhadap bakteri, dan lain-lain.

Bikin kita lemah dan gampang kena infeksi, sakit, IBS (Irritable Bowel Syndrome, mules-mules di usus besar), penyerapan nutrisi yang terganggu, defisiensi B12 dan kalsium serta asam amino, anxiety (gangguan kecemasan), masalah sistem cerna, nyeri tulang gampang rapuh dan retak, asma, anemia, pnemonia, osteopenia, hingga serangan jantung. Banyak lah!

Industri farmasi awalnya sudah mengetahui akan risiko-risiko ini dan dibatasilah penggunaan obat-obatan penekan asam lambung hanya beberapa minggu.

Tapi korupsi korporasi, sekarang jadi tak terbatas, orang bisa menggunakan obat-obatan itu hingga bertahun-tahun.

Apalagi banyak antasida yang tersedia dan dijual bebas, malah membuat GERD semakin menjadi-jadi.

Lambung yang lemah dan GERD merembet ke masalah di esofagus hingga ke usus, membuat orang diare.

Banyak orang bilang kalau GERD ini karena asam lambung yang berlebihan, tapi jika diteliti justru semakin tua maka akan semakin beresiko terkena GERD karena asam lambung yang semakin berkurang.

Kalau di tes, maka jumlah kadar asam lambung penderita GERD malah rendah.

Kesulitan mencerna makanan, gas dan kembung, serta GERD pada orang tua, banyak yang justru asam lambungnya kurang.

Sangat jarang orang punya asam lambung berlebihan, kecuali sakit Zollinger Ellison Syndrome (kondisi yang ditandai dengan kemunculan satu atau beberapa tumor gastrinoma di pankreas atau di usus halus bagian atas, yaitu usus dua belas jari (duodenum).

Malah GERD bisa di suplementasi dengan HCl plus suplemen enzim cerna seperti pepsin.

Karena, orang yang menderita GERD memiliki asam lambung yang sedikit, maka pepsin untuk mencerna protein juga kurang khususnya untuk mencerna asam amino esensial, phenylalanine dan tryptophan.

Defisiensi asam amino inilah yang membuat anxiety, stres, pikiran kacau, bete, hingga depresi.
Ini adalah pengobatan ala Barat, mengatasi gejala bukan akar masalah.

Kadar asam lambung dalam jumlah berapa pun, walaupun sedikit tapi kalau letaknya di esofagus atau kerongkongan akan membuat sensasi terbakar karena esofagus bukan lambung yang memiliki lapisan.

Tapi kenapa kalau GERD itu karena kurang asam lambung malah dikasih antasida dan bisa membuat gejalanya hilang serta lumayan lega?

Itu karena obat-obatan untuk GERD hanya meredakan gejala bukan menyembuhkan. Minum obat penurun atau penyetop asam lambung gejala GERD hilang. Tapi begitu konsumsi obat berhenti maka GERD balik lagi.

Kapan sembuhnya?

Perusahaan obat tidak mau publik mengetahui bahayanya efek dari kurangnya asam lambung. Dimana memiliki banyak resiko kesehatan dari stres, asma, hingga kanker dan sakit jantung. Yang penting obat terjual triliunan dolar, bahkan saat ini dijual bebas.

Studi menunjukkan, 30% orang tua berusia di atas 60 tahun, terkena gastritis disebabkan karena kurangnya produksi dan sekresi asam lambung (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3771980)

Dari hasil studi juga ditemukan bahwa 40% postmenopausal women tidak memproduksi asam lambung sama sekali (https://nutritionreview.org/2013/04/gastric-balance-heartburn-caused-excess-acid/).

Grafik Hubungan Antara Jumlah Sekresi Asam Lambung Dan Meningkatnya Usia

Dokter Jonathan Wright dari klinik Tahoma di Washington menujukkan pada penderita GERD dan heartburn atau panas terbakar di ulu hati, jumlah kadar asam lambungnya ternyata sedikit.

Secara ilmiah, GERD bukan disebabkan oleh asam lambung yang berlebihan, ini hanya persepsi publik.

Tapi teorinya adalah disfungsi LES (Lower Esophageal Sphincter) yang merupakan katup, cincin, valve, pembatas, pemisah lambung dan kerongkongan/esofagus.

Disfungsi LES Lower Esophageal Sphincter

LES ini akan membuka saat makanan masuk dari kerongkongan ke lambung dan menutup untuk menjaga supaya asam lambung tidak naik ke esofagus atau kerongkongan.

LES ini juga bisa membuka ke atas, jika kemasukan racun atau harus muntah agar kita bisa mengeluarkan isi perut jadi dari lambung ke kerongkongan, inilah yang malfungsi.

Dalam jurnal gastroenterology dijelaskan bahwa mengatasi GERD dengan obat penekan asam lambung itu tidak pas. Sebab masalahnya bukan karena di sekresi asam lambung. (http://www.natap.org/2009/HIV/070409_02.htm)

Jadi apa masalahnya?

Apa yang menekan LES sehingga terbuka dan membuat asam lambung naik?

Obesitas, kebanyakan makan, makanan terlalu asam, berminyak, dan pedas, tekanan dari lemak badan, tiduran setelah makan, membungkuk, dan lain-lain.

Ini juga faktor-faktor tapi bukan akar masalah utama.

Jadi apa dong penyebabnya awalnya GERD ini?

Kupas Tuntas Strategi Jualan LARIS Di Facebook

Memang kebanyakan penderita GERD memiliki kontak asam lambung di esofagus yang lebih lama dari normal, tapi ada juga yang biasa saja (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15765412
dan https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/4029559)

Dalam 24 jam ada juga 30 persen penderita GERD kontak asam lambungnya sama saja seperti orang normal

Ini disebut NERD karena saat diendoskopi kondisi esofagusnya sama seperti orang sehat, tidak terlihat adanya iritasi asam lambung, normal seperti orang sehat, padahal GERD juga (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3503771/)

Jadi, asam lambung yang naik sebenarnya sedikit saja dan pada orang sehat pun wajar sesekali asam lambung naik (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3503771/)

Dan pada orang normal tidak ada gejala apa-apa, biasa saja.(https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15765412)

Nah, yang GERD dan NERD ini meradang dan membuat rasa tidak nyaman. Leaky esofagus lah istilahnya (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23937353).

Inilah sebab LES jadi melemah, merusak sel-sel dari dalam (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15765412)

Sebabnya adalah bakteri gram negatif, kalau yang sehat esofagusnya kebanyakan bakteri gram positif (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19394334).

Inilah sebabnya, bakteri yang membuat inflamasi di LES (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22344232).

Esofagus jadi bocor (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19855405 dan https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18952050).

Jadi LES kendor membuat asam lambung menyentuh esofagus (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22344232).

Seperti lingkaran setan dan hal ini tambah diperparah dengan konsumsi obat-obatan peredaran nyeri warung, alkohol, dan stres.  Itu jadikan lingkaran setan pertama (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11123192, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/6141332
dan https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10930388nrrgb77thhfddr).

Masalahnya di bakteri, kenapa jadi berlebih?

Bikin malabsorbsi karbohidrat dan meningkatkan tekanan IAP dan membuat GERD. Kenapa?

Lanjut, dari tadi ngomongin malabsorbsi karbo, protein, lemak, itu kenapa bisa begitu ya?

Bayangkan, 30 gram karbo yang tidak  tercerna dengan baik akan menghasilkan 10 LITER GAS!
Pasti akan kembun. Bayangkan bagaimana tekanan 10 LITER GAS Hydrogen yang merupakan hasil dari karbohidrat yang tidak tercerna dengan baik (malabsorbsi plus bacterial overgrowth dari buku si Prof Robbilard tadi ini dasarnya).

Untuk mengurangi gas dari fermentasi ini, kita ber PANTANG karbohidrat khususnya yang kompleks dan FP (Fermented Product) tinggi. Ada dua studi yang menunjukkan keberhasilan terapi GERD dengan diet Low Carb ini; (1) http://www.springerlink.com/index/M731QXK14GUQ1J06.pdf dan (2) https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11712463

Tapi akar masalah utamanya kembali apa?
Kenapa bakteri menjadi banyak?

Terbukti yang GERD juga 71% kena IBS (Irritable Bowel Syndrome), artinya bakterinya sampai berlebihan juga di usus besar, padahal yang membuat gas naik ke lambung ada di usus kecil dan yang bikin LES melemah (selain usia) adalah inflamasi bakteri juga (http://journals.lww.com/jcge/Abstract/2002/03000/Increased_Prevalence_of_Irritable_Bowel_Syndrome.4.aspx).

Semuanya gara-gara bakteri, tapi kenapa?
Apalagi H. Pylori ini saat GERD dan IBS jumlahnya juga banyak.
Orang normal sih jumlah H. Pylori-nya normal-normal saja, ada juga di lambungnya dan tidak bisa disebut jahat juga, bakteri-bakteri ini biasa-biasa saja.

Begitu berlebihan membuat masalah. Mengapa berlebihan?

Itu karena disebabkan asam lambung yang kurang. KEKURANGAN ASAM LAMBUNG MALAH!

Infeksi oleh H. Pylori yang berlebih membuat asam lambung berkurang.
Obat-obatan antasida membuat kadar asam lambung berkurang.
Kurang makan daging membuat asam lambung berkurang.

Ini lingkaran setan kedua.

Asam lambung yang kurang membuat pertahanan tubuh terhadap bakteri menurun. Bakteri tambah banyak, termasuk yang datang dari jalur pernafasan. Membuat gampang pilek, batuk, asma.
mudah mules, diare dan infeksi.

Kurang asam lambung juga membuat lemak dan protein susah dicerna sehingga menyebabkan asam amino esensial jadi defisiensi, kurang tryptophan dan phenylalanine serta beberapa vitamin dan mineral penting.

Menyebabkan anxiety, depresi, stres, bad mood, lemah otot, saraf terganggu, tulang keropos, mudah retak dan pinggul pegel-pegel.

Protein yang belum tercerna jika masuk lewat leaky gut alias usus bocor halus beresiko Autoimmune dan makanan yang belum tercerna mengiritasi usus, rawan kanker.

Apa yang menyebabkan pencernaan protein terganggu?

Karena kurang pepsin. Kenapa pepsin kurang, karena asam lambung yang kurang.

Ditambah obat antasida membuat semakin parah, asam lambung makin berkurang, bakteri makin menggila, memfermentasikan karbo, menimbulkan gas yang menekan LES jadi GERD.

Sehngga timbul rasa panas di dada karena ada asam lambung di esofagus. Lalu minum obat penurun asam lambung, membuat asam asam lambung berkurang yang mengakibatkan bakteri semakin bertambah banyak lagi. Begitu lagi, inilah lingkaran setan yang selanjutnya (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/4161162)

Studi-studi yang membuktikan defisiensi vitamin dan mineral akibat asam lambung yang berkurang..
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26726
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/5670905
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3771980
http://www.annals.org/content/120/3/211.full

Oleh sebab itu jangan takut sama asam lambung.

Asam lambung itu alami, ada diciptakan untuk mencerna makanan kita. Kita sama seperti karnivora lain yang memiliki asam lambung dengan Ph yang sangat rendah. Beda dengan herbivora.

Jangan malah asam lambung ditekan, di stop, terus jadi herbivora, makan yang alkali, makan sayur banyak-banyak. Hal itu malah membuat bakteri tambah berfermentasi.

Lalu timbul gejala dan biasanya minum obat jenis PPI (Proton Pump Inhibitor).

Minum obat seperti PPI juga tidak baik untuk penyerapan vitamin dan menghambat sintetis NO yang penting untuk kesehatan pembuluh darah, membuat berisiko sakit jantung.

Jadi konsumsi obat jenis PPI memiliki risiko tidak bagus untuk kesehatan kardiovaskular, menghambat sintetis NO yang melindungi dinding pembuluh darah dan menjaga kesehatan jantung.

Baca: https://drmalcolmkendrick.org/2016/09/21/what-causes-heart-disease-part-xxi/

References:
1: http://atvb.ahajournals.org/content/31/7/1462.full
2: Shah NH, LePendu P, Bauer-Mehren A, Ghebremariam YT, Iyer SV, Marcus J, et al. (2015)
‘Proton Pump Inhibitor Usage and the Risk of Myocardial Infarction in the General Population.’ PLoSONE 10(6): e0124653. doi:10.1371/journal.pone.0124653

Intinya masalah pencernaan kurang asam lambung ini membuat defisiensi

Jadi kuncinya ada di asam lambung, harus cukup banyak dan cukup asam. Bukan malah di alkali, dibikin netral, dikurangi, dan lain-lain.

Itulah yang bikin masalah. Gejala reda tapi akar masalah tetap ada yang ada tidak akan sembuh-sembuh.

Salah satu yang simpel jangan minum kebanyakan saat makan, membuat asam lambung tidak terlalu asam.

Asam lambung yang kurang inilah yang membuat banyak bakteri, bukan hanya bakteri H. Pylori (yang dalam jumlah banyak juga menekan sekresi asam lambung, lingkaran setan ketiga), tapi juga bakteri salmonella, campylobacter, cholera, listeria, giardia, c. Dificile, resiko tipus, tbc, pnemonia, disentri, tuberculosis, bikin asma, alergi,

Obat-obatan PPI juga menekan kemampuan alami tubuh membasmi bakteri dan mikroba jahat, rawan kanker lambung karena hypergastrin dan nitrite tidak diolah menjadi NO oleh asam askorbat karena asam lambung yang kurang asam. Rawan maag, ulcer, luka lambung dan luka usus, anemia juga bisa, batu empedu ikut-ikutan, diabetes tipe 1,chrons, colitis, penyakit kulit, eksim, jerawat, osteoporosis, hepatitis, IBS, rematik, Graves, depresi, anxiety, mood disorder, kemana2 lah!

Itu semua gejala-gejala malnutrisi, defisiensi asam amino penting dan vitamin serta mineral yang kurang tercerna dengan baik karena asam lambung plus enzim-enzim cerna yang kurang.

Ditambah lagi kurang makan makanan padat gizi seperti daging dan kebanyakan sayuran yang mengandung anti nutrisi, malah membuang zat-zat gizi dari dalam tubuh kita sendiri.

Kebanyakan makan sayur dan buah juga bisa membuat sakit gondok, mengganggu tiroid hingga jadi Hypothyroid, lalu kolesterol naik, serta menyebabkan banyak masalah metabolisme lainnya juga.

Karena banyak jenis sayuran hijau seperti brokoli, kale, kol, dan lain-lain, mengandung goitrogen yang menggangu tiroid jadi defisiensi yodium.

Memasak sayuran bisa mengurangi kadar goitrogen, kalau direbus bisa berkurang 60%, bahkan lebih kalau air rebusannya dibuang.

Tapi kalau sayuran itu difermentasi malah bisa meningkatkan kadar goitrogennya.

Kembali ke topik GERD, jadi hindari karbohidrat kompleks seperti sayur, serat, dan biji-bijian yang menimbulkan gas.

Gas yang disebabkan dari banyaknya bakteri, juga akan menekan sistem imun dan mempengaruhi pikiran.

Bener, sistem imun yang drop karena salah satu akar masalah GERD adalah bakteri dan ketidakseimbangan profil mikroba ini mempengaruhi saraf-saraf juga membuat pikiran kacau, sinyal-sinyal biokimia dari perut ke saraf pusat, istilahnya microbiome-gut-brain axis

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4367209/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26175487
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27647198
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25689247

Prof Norm selain low carb bisa pakai high carb tapi karbo rafinasi, bukan yang kompleks, bisa sembuh juga. Walau teorinya kurang dikembangkan, bukan hanya soal bakteri kebanyakan aja tapi asam lambung yang kurang itulah akar masalahnya.

Tapi banyak yang tidak menduga bahwa masalahnya adalah kurangnya kadar asam lambung. Sebab hal ini seperti sangat kontradiftif. Mengapa asam lambung yang kurang, bisa naik ke kerongkongan.

Akar masalah utama GERD dan masalah-masalah yang terkait dengan sistem pencernaaan adalah; kurangnya kadar asam lambung menyebabkan bakteri berkembang biak secara menggila. Lalu di esofagus membuat radang, di lambung menggangu pencernaan dan mengurangi asam lambung, di usus bikin gas yg menekan abdominal dalam.

Solusi pertama adalah Pantang Diet/PD (pantangdiet.com/prinsip-pantang-diet)

Bakteri-bakteri ini kebanyakan makan gula dan karbohidrat. Bakteri H. Pylori juga menjadi banyak dan menekan asam lambung,

Ditambah obat-obatan yang hanya meredakan gejala seperti antasida dan PPI malah menambah memperparah akar masalah, asam lambung menjadi berkurang.

Jadi ikuti Pantang Diet/PD level standar tanpa serat karena malabsorbsi karbo bikin serat lolos dan menyebabkan fermentasi berlebihan (FP = fermented-product) tinggi. Juga biji-bijian dan kacangan sesuai level 2 PD.

Kalau perlu H. Pylori atasi dengan obat-obatan, silahkan konsultasi dengan dokter, saya tidak memberikan advis medis

Solusi kedua, kalau kadar asam lambung rendah dapat mencari suplementasi HCl dan Pepsin (saya tidak tau dan saya tidak jualan apa-apa. Tidak ada hidden agenda jualan, jadi cari tau sendiri suplementasi ini). Dosis konsultasikan dengan dokter.

Stop minum obat pereda nyeri, obat pusing warung nonsteroid kayak paracetamol, ibuprofen, aspirin
Stop PPI, antasida, kurangi kalau tidak bisa.

Kembalikan keseimbangan flora usus, artinya kurangi populasi bakteri jahat dengan bakteri yang baik. Bukan diberi makanan (pre-biotic) tapi gunakan makanan pro-biotic (beda).

Tidak perlu suplemen, tapi pro-biotic cukup banyak, ada di yogurt dan kefir. Justru kalau suplemen kayak lactobasilus bikin asam laktat.

Yang sudah parah sampai rusak jaringan perlu dilakukan operasi LES (gastroplication)

Sebelum terlambat, atasi dengan solusi yang saya infokan di atas, diet dan suplementasi, plus kalau selama ini defisiensi bisa pakai multivitamin.

Operasi itu skenario yang parah, solusi terakhir.

Kalau masih mau menggunakan obat penurun asam lambung untuk meredakan gejala, silahkan, tapi akan ketergantungan dan membuat industri farmasi semakin kaya. Obat penurun asam lambung adalah obat terlaku kedua di dunia (no 1 adalah obat penurun kolesterol). Dua-duanya berdasarkan premises yang salah.

Antasida dan PPI meredakan gejala, menurunkan asam lambung, padahal itu akar masalahnya,

Kadar asam lambung yang kurang membuat bakteri berlebihan dan susah mencerna makanan, sehingga menjadi gas yang banyak, hingga 10 liter dan ini akan menekan LES, membuat GERD.

Jadi silahkan ambil keputusan saya hanya berbagi info.

Your life. Your choice. Sekian...

sumber: https://www.facebook.com/rezawahyuismail/posts/10155847841989770

----------------------

Prebiotik adalah makanan yang tidak dapat dicerna usus, berfungsi sebagai suplemen untuk pertumbuhan dan perkembangan  mikroorganisme baik dalam sistem pencernaan.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup "baik" yang secara alamiah terdapat di dalam sistem pencernaan, (disebut juga dengan flora normal,) atau mikroorganisme baik yang sengaja dikembangbiakkan sebagai suplemen makanan/minuman yang apabila dikonsumsi dalam jumlah seimbang akan memberikan dampak positif bagi kesehatan.
Inilah Gejala dan Ramuan Herbal Untuk Sakit Maag dan Asam Lambung
Inilah Gejala dan Ramuan Herbal Untuk Sakit Maag dan Asam Lambung
Penyakit maag sudah tidak asing lagi. Diantara kita pasti ada yang mengalami atau mengidap sakit maag, dari maag biasa, maag kronis bahkan maag akut. Penyakit maag tidak hanya menyerang orang dewasa tapi juga dapat menyerang anak-anak dan orang tua. Dalam bahasa ilmiah maag disebut juga dengan istilah gastritis. Secara medis, sakit maag atau gastritis didefinisikan sebagai kumpulan gejala (sindrom) rasa sakit atau rasa tidak nyaman di ulu hati, saluran cerna bagian atas dan organ sekitar.

Maag yaitu penyakit yang diakibatkan oleh kelebihan asam yang di produksi oleh asam lambung yang mengakibatkan iritasi di selaput lendir lambung. Dalam keadaan normal asam dibutuhkan untuk membantu pencernaan dalam memproses makanan yang kita makan.  Maag bisa disembuhkan tetapi tidak bisa sembuh total, maag adalah penyakit yang dapat kambuh apabila si penderita tidak makan teratur, terlalu banyak makan, atau sebab lain. Biasanya untuk meredakan atau menyembuhkannya penderita harus mengkonsumsi obat jika diperlukan. Tetapi maag dapat di cegah, yaitu dengan cara makan teratur, makan secukupnya, cuci tangan sebelum makan dan jangan jajan sembarangan. 
Baca juga TIPS mengatasi GEJALA akibat asam lambung (GERD)
Gejala penyakit maag.

Berikut ini adalah ciri ciri gejala sakit maag:

  • Mual serta muntah
  • Kerap merasa lapar
  • Perut kembung
  • Nyeri yang terasa perih pada perut dan dada
  • Sesak nafas
  • Kepala terasa pusing
  • Sering bersendawa
  • Rasa kesemutan yang menyebar dikaki serta tangan
Pemicu atau penyebab sakit maag.

Apa yang menjadi pemicu sakit maag? Ada beberapa, misalnya karena makan tidak teratur, sering telat makan, makan dalam jumlah banyak, adanya mikroorganisme yang merugikan, mengonsumsi obat-obatan tertentu, atau sebab-sebab yang lain seperti konsumsi alkohol, pola tidur yg tidak teratur serta stress. 

Selain faktor-faktor di atas penyakit maag dapat juga disebabkan oleh peran organisme renik yakni bakteri Helicobacter Pylori . Bakteri ini memiliki karakter luar biasa. Bila bakteri lain mati pada situasi asam dalam lambung, Helicobacter pylori dapat bertahan hidup bahkan juga berkembang biak, Kuman Helicobacter pylori bisa mengiritasi dinding lambung, hingga menyebabkan peradangan serta luka (ulkus). Disebabkan dinding lambung mengalami perlukaan, penderita bakal merasakan perih dibagian ulu hati.
Ikuti cerita saya mengobati sakit maag di Penang di website ini Catatan Kecil, Tips & Info Empat Hari Berobat di Penang
Pantangan makanan yang patut dihindari oleh penderita sakit maag.

Berikut ini adalah jenis-jenis makanan yang perlu dijauhi atau tak bisa dikonsumsi oleh penderita sakit maag:

  • Jauhi makanan yg merangsang keluarnya asam lambung, seperti kopi, minuman beralkohol 5-20%, anggur putih serta sari buah sitrus
  • Jauhi makanan yangg susah diolah, yangg membuat lambung lambat kosong contoh makanan berlemak, kue tart, keju
  • Jauhi makanan yg mengakibatkan kerusakan dinding lambung seperti cuka, pedas, merica serta bumbu yg merangsang
  • Jauhi makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah seperti alkohol, coklat, makanan tinggi lemak serta gorengan.
  • Jauhi sebagian sumber karbohidrat seperti beras ketan, mie, bihun, bulgur, jagung, singkong, tales, dan dodo
  • Jauhi makanan yang banyak terkandung gas : seperti lemak, sawi, kol, nangka, pisang ambon, kedondong, buah yg dikeringkan serta minuman bersoda

Seperti yang disebutkan di atas, sakit maag dapat disembuhkan tapi tidak bisa disembuhkan total. Dan perlu waktu yang lumayan lama untuk sembuh total. Bagi anda yang sudah bosan dengan obat-obatan kimia, maka ramuan herbal berikut ini layak dicoba. 

Ramuan herbal untuk sakit maag:

  • kunyit 250 gr
  • temulawak 500 gr
  • gula batu 100 gr
  • daun salam 7 lbr

Bahan-bahan di atas dicuci bersih. Kunyot dan temulawak di iris tipis-tipis. Kemudia semua bahan direbus dengan air 2 liter. Biarkan mendidih hingga air tinggal 1.5 liter. Lalu diminum dalam keadaan hangat 3 kali sehari selama 1 minggu.

Semoga bermanfaat.
Jenis-jenis Makanan dan Minuman Pantangan Bagi Para Penderita GERD
katub Lower Esophageal Sphincter di lambung
Jenis-jenis Makanan dan Minuman Pantangan Bagi Para Penderita GERD. GERD adalah Gastro Esophageal Reflux Disease yang merupakan suatu gangguan pencernaan yang disebabkan karena katub Lower Esophageal Sphincter (LES) tidak bekerja sebagaimana mestinya. Katub ini berbentuk cincin otot sebagai penghubung antara kerongkongan dan lambung, letaknya di ujung lambung.

Saat kita menelan makanan maka katub ini akan membuka secara alami serta menutup juga secara alami setelah makanan masuk ke dalam lambung. Itu terjadi jika dalam kondisi normal. Setelah makanan masuk ke dalam lambung, maka lambung akan memproduksi asam untuk memperlancar proses pencernaan selanjutnya sebelum ditransfer ke usus halus. Nah, jika dalam proses tersebut katub LES mengalami masalah atau dalam kata lain terbuka, maka akan memungkinkan aliran asam menuju ke bagian atas atau kerongkongan. Ketika kondisi ini terus terjadi, dikhawatirkan asam tersebut akan melukai atau mengiritasi saluran atas pencernaan, yang mengakibatkan sakit pada kerongkongan.


MIE INSTAN
Kandungan natrium yang terdapat di dalam mie instan dan bahan pengembangnya mempunyai efek buruk bagi lambung. Natrium tripolifosfat justru akan mempengaruhi kadar asam lambung di dalamnya sehingga menjadi tidak seimbang, sehingga menyebabkan nyeri, mengeluarkan angin dari lambung, dan bau nafas yang tidak sedap.

KOPI
Bagi sebagian penderita maag dan penyakit gastritis lainnya, termasuk GERD, kopi akan menjadi momok buat mereka. Efek yang ditimbulkan kopi adalah langsung, langsung menyerang setelah mengkonsumsinya. Kandungan kafein pada kopi dapat menimbulkan sekresi asam lambung yang dapat meningkatkan produksi asam lambung. Efek yang ditimbulkan adalah terdapat rasa mual dan ingin muntah segera setelah meminumnya, terutama jika diminum ketika perut masih dalam keadaan kosong.

GORENGAN
Umumnya para pedagang gorengan di pinggir jalan menggunakan minyak gorengnya untuk beberapa kali proses penggorengan. Di dalam minyak goreng bekas, terdapat polimer yang terserap dalam makanan berupa asam lemak trans dan terdapat zat radikal bebas seperti peroksida dan epioksida yang bersifat mutagen dan karsinogen yang mengganggu kesehatan tubuh. Gorengan menyebabkan keasaman pada lambung Anda. Beberapa efek gorengan yang berhubungan dengan kesehatan lambung adalah nyeri dada (heart burn), tukak lambung, dan gangguan pencernaan.

COKLAT
Kandungan kafein dan lemak pada coklat sangat berpotensi meningkatkan asam lambung.

SAYURAN “TERTENTU”
Kubis brussel, kol, sawi, dan brokoli disinyalir mempunyai sumbangsih dalam meningkatkan asam lambung.

SANTAN
Santan juga menjadi faktor pemicu meningkatnya asam lambung.

ROKOK
Sekresi asam lambung akan meningkat akibat rokok. Kebiasaan merokok juga berakibat melemahkan katup esofagus dan pilorus, mengakibatkan refluks, dan mengubah kondisi alami dalam lambung.

ALKOHOL
Para ahli telah menyatakan dalam risetnya bahwa minuman beralkohol dapat melemaskan saluran bagian bawah esofagus yang dapat meningkatkan frekuensi asam lambung pengkonsumsinya.

Semua jenis makanan dan minuman di atas merupakan pantangan bagi penderita GERD. Juga patut dihindari produk olahan keju dan makanan yang mengandung pengawet karena rawan bagi penderita GERD. Selain itu makanan pedas dan mengandung MSG atau vetsin atau penguat rasa juga akan memicu asam lambung yang lebih tinggi. Untuk Anda penderita asam lambung refluks hindari juga beberapa kebiasaan buruk seperti tiduran selepas makan, makan terlalu banyak, stress, dan merokok.

*dari berbagai sumber
TIPS mengatasi GEJALA akibat asam lambung (GERD)
cara mengatasi gejala asam lambung dan gerd
Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau asam lambung memang tak bisa dianggap remeh. Karena jika dibiarkan terus berlanjut, penyakit ini juga bisa menyebabkan kerusakan organ vital bahkan hingga ke paru-paru. Presenter Andri Jarot dan aktor lawas Didi Widiatmoko atau dikenal dengan Didi Petet meninggal diduga karena penyakit asam lambung.

Asam lambung atau Gastro-Esophageal Reflux Disease (GERD) sebenarnya termasuk penyakit kronis. Jika penyakit berlanjut memang bisa menyebabkan gangguan pada paru-paru. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 6 % masyarakat yang menjadi responden kemungkinan menderita GERD. GERD ini terjadi karena asam lambung atau isi lambung yang naik sehingga menyebabkan  luka pada dinding dalam kerongkongan. Awal memang hanya perlukaan, namun luka yang terjadi bisa semakin luas dan dapat menyebabkan penyempitan dari kerongkongan bawah.