Saat ini Sumatera Utara mengalami krisis listrik. Keadaan ini mirip dengan krisis listrik tiga tahun yang lalu. Saat itu pemadaman bergilir dilakukan hampir setiap hari dengan durasi pemadaman tiga sampai lima jam. Bahkan, pelanggan PLN bisa mengalami pemadaman lebih dari sekali dalam setiap hari. Krisis listrik ini, bisa membuat ribuan buruh terancam dirumahkan. Industri skala menengah ke bawah yang tidak memiliki cadangan daya listrik juga terancam kolaps.
Coba simak apa yang dikatakan oleh Gubernur Sumut Syamsul Arifin perihal krisis listrik ini. Syamsul Arifin mengakui tak mampu lagi berbuat apapun mengatasi pemadaman bergilir. Beliau menyebutkan sudah ngomong ke Presiden dan Menteri ESDM. Presiden dan Menteri ESDM sudah minta PLN mengatasi. Gubernur Sumut bahkan sudah mengecek ke Dirut PLN. Namun apa daya, pemadaman tetap berlangsung. “Saya nggak tahu harus berbuat apa lagi,” ujar Syamsul.
Walahh…..orang no. 1 di Propinsi ini aja udah tidak tau harus berbuat apa lagi untuk mengatasi krisis listrik di Sumut, apalagi kami yang rakyat biasa. Seperti biasa, kami sebagai rakyat hanya bisa menerima dengan pasrah. Informasi yang ada, krisis listrik alias pemadaman listik ini akan berlangsung sampai Mei – Juni 2010. Sungguh heran melihat kinerja PLN. Listrik padam begini, mereka dengan entengnya ngomong : mohon maaf. Kalau kami telat bayar listrik aja, langsung diputus. Tiada maaf. Cape’ hati menghadapi perusahaan setrum yang satu ini. Udah-lah monopoli, tapi tetap tidak becus. Apa karena monopoli itu ya..makanya mereka bisa se-enak udel terhadap konsumen. Semoga krisis listrik ini dapat segera diatasi, agar ribuan buruh tidak terancam di PHK.
PLN itu sekali-kali perlu dipentung…hehe



