Nur Hidayah: "Ibu Indonesia Tahun 2008"

See full size image

Saya sudah membaca majalah Tempo cukup lama. Mulai dari sebelum dibredel, memasuki masa hibernasi sampai kemudian akhirnya muncul kembali. Saya suka sama tulisan pak Goenawan Mohamad (GM), walaupun kadang-kadang membaca tulisannya harus penuh konsentrasi, tapi saya salut dengan 'gaya' tulisannya. Catatan pinggir beliau di edisi terbaru Tempo cukup menarik perhatian saya. Menceritakan perjuangan seorang ibu di Tulungagung, Jawa Timur dengan 5 orang anak yang harus hidup di dua dunia. Apa dan bagaimana ibu ini, berikut saya sarikan dari Catatan Pinggir pak GM.

Ibu ini bernama Nur Hidayah, 35 tahun, lahir di Tulungagung, Jatim. Seorang istri yang ditinggal suami (walaupun belum cerai), dan ia ibu dari 5 anak.

Pekerjaan beliau pagi hari mengangkut batu, kemudian memecah-mecahnya, untuk dijual ke pemborong bangunan. Anak bungsunya, Nova, lima tahun, selalu di bawa. Nur bekerja sekitar lima jam sampai tengah hari.

Ketika matahari mulai turun, selepas dia menitipkan anak-anaknya ke tempat penitipan milik Ibu In (dengan membayar Rp. 20.000/hari), ia berdandan : memasang lipstik tebal, berpupur, mengenakan baju terbaik. Lepas magrib, ia naik ojek dari kampung Mujang ke Gunung Bolo.

Di kegelapan malam di tempat tinggi yang jadi kuburan Cina itu, Nur menjajakan seks. Ia menjual tubuhnya.

Lalu dimanakah suaminya? Sejak Sutrisno, sang suami menikah dengan perempuan lain, tak pernah memberinya nafkah. Bahkan sejak awal mereka menikah, Nur sudah menjadi istri seorang suami yang menghabiskan waktunya di meja judi dan botol ciu.

Berapa yang Nur dapatkan dengan menjual tubuhnya bersama rekan sejawatnya yang berjumlah sekitar 80 di pekuburan Cina itu. Tarifnya : Rp. 10 ribu sepertubuhan. Dengan memecah batu ia dapat Rp. 400 ribu sebulan, dengan melacur ia rata-rata dapat Rp. 30 ribu semalam.

Apa kata Nur, seorang ibu yang mengais dari nasib dan yang tegak di atas kakinya sendiri untuk mengubah hidup anak-anaknya? "Mereka harus sekolah, mereka ndak boleh mengulangi hidup emak mereka".

Bagi Goenawan Mohammad Nur adalah "Ibu Indonesia Tahun 2008". Entah bagi kita, bagi anda.

Nur tetap berbicara tentang Tuhan (ia belum melupakan-Nya). Ia menyebut-Nya "Yang di Atas". Mungkin itu untuk menunjuk sesuatu yang jauh - tapi justru tak merisaukannya, karena manusia, yang di bawah, tetap berharga : bernilai dalam kerelaanya.

Dengan tubuhnya yang gempal perempuan itu memecah batu, dengan tubuhnya yang tebal ia seorang pelacur.

22 Desember adalah hari Ibu, jadi buat para ibu - termasuk my greatest Mom - dimana pun kalian berada.. Selamat Hari Ibu...I love you..We love you..

See full size image

PS : Pak GM mohon izin meminjam dan mengedit Catatan Pinggirnya yang ada di Tempo edisi 15-21 Desember 2008.

Sumber gambar : www.fotografer.net dan www.smartclipart.com

45 komentar:

Penny said...

PERTAMAXXX....
Sungguh ironi memang nasib bu Nur Hidayah ini.. di satu sisi, dia berjuang utk hidup demi kelangsungan hidup ke 5 anaknya. Di lain sisi, sikapnya menjual diri juga tidak bisa dibenarkan begitu saja, krn itu melanggar norma2 agama.
Tapi semangat bu Nur untuk menyekolahkan anak-anaknya, layak untuk dihargai...

My Journey said...

aduhhh... kesian banget nasibnya ibu Nur Hidayah... nasibnya gak sebaik namanya... Nur= Cahaya, Hidayah= petunjuk

Leo RaZa said...

Kasian juga ya nasib ibu ini oh Tuhan ampunilah dosa-dosa beliau berilah petunjuk kejalan yang benar amien.

yulia said...

Kasian bnget nasib bu Nur, sampai hrus menjual tubuhnya, tp walaupun dia pelacur dia tetap sama kok dimata tuhan..^^
JBU & JLU

linda said...

ibu ohh ibu....brb mo call mama jd kangennnn mama...................!!!
asli nangis bang ngebayangin mamaku huhuhuhuhu....
kata iwan fals..." apakah esok hari anak anakku dapat makan....oh Tuhan beri setetes rezeki...." huhuhuhuhu....

Bang Ir said...

semangatnya bang.......aduh sampai begitunya menjual diri......my mom is better mommy

Septian said...

Sungguh kish yg sangat menyentuh...
selamat hari ibu..

tapi inget, banyak ibu2 muda yg ngebunuh bayinya loh...

gimana menurut bang budi?

doh..lagi sibuk ngurusin blog wp neh..jadi jarang bw dehh..maap yah Bang

indungg said...

Mak,...selamat hari ibu ,..
Aku jadi inget kamu mak,.

ipanks said...

sungguh berat perjuangan seorang ibu

dede said...

oh ibu,..jadi teringat aku nih,..maaf kan segala kesalahanku, dari anakmu yang tiada bis a membalas jasa. selamat hari ibu...

Ulie Azhar said...

Selama hal itu dilakukan untuk anak-anaknya, mudah-mudahan Allah memberikan yg terbaik utk ibu Nur, amien..

Selamat Hari Ibu.. *reminder me to call my Mom again this year*

Indonesia nggak punya "Hari Ayah" ya??

Btw, Papah udah mulai sehat Bang, makasih banget untuk perhatiannya. It's very sweet of you.. :hugs:

suwung said...

hidup adalh pilihan

Ani said...

Begitulah perjuangan seorang ibu, apapun dilakukannya demi hidup dia dan anak-anaknya...semoga ada jalan untuk si ibu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

tyas said...

wow... demi menghidupi keluarganya, apapun dilakukan ya.....

NdesO said...

Antara kasih terhadap anak dan kehidupan seks :( Kalau menurut saya, sebaiknya untuk menghidupi anak meskipun ktia sangat2 kekurangan, lebih baik katakan tidak untuk menjajakan tubuhnya :) Karena untuk siapapun kita berkorban, tapi jika itu melanggar perintah Tuhan, itu semua percuma :D
*kok jadi ceramah ya?* Wekekkekeke

-G- said...

Saya melihatnya justru sebagai nasib perempuan yg selalu mudah dipinggirkan baik oleh manusia lain, maupun oleh nasib (-_-) Apalagi tanpa bekal pendidikan yang cukup dan berasal dari latar belakang yg memang berkekurangan.

I love my mom too, membaca ini jadi berpikir, betapa kadang juga lupa untuk mengapresiasi mama yg menyiapkan makan, rajin memasakkan makanan, rajin mengingatkan, rajin memperhatikan, walopun anaknya ini sudah gede (baca: TUA), terkadang kita melihat pengorbanan ibu lain yg luarbiasa, pdhl ibu2 semua berkorban waktu dan perasaan untuk anak2nya ya, walopun dalam porsinya masing2, ada yg wajar ada yang sedikit, ada yang terlampau bnyk dan ada yg harus ekstrim seperti ibu Nur Hidayah ini.

Betewe... I'm serious again in here, weh klo jadi kebiasaan gimana neh? Tapi sy suka niy entry yg semacam ini mas Budiawan, mengasah hati dan pikir. Tengkyu! GBU. Hepi sunday!

belly wijaya said...

faktor ekonomi lagi2 jadi alasan untuk sekedar menyambung hidup,ironis sekali :(
tapi melacurkan diri apapun alasannya adalah sesuatu yg salah. Iman, iman dan iman adalah kata kuncinya. Semoga mereka punya pilihan lain.

JudithNatalia said...

Untuk seluruh Ibu hebat dimuka bumi ini,saya acungkan jempol....Selamat Hari Ibu!

manusia biasa said...

sungguh ironis memang...... tapi inilah kehidupan..... demi sesuap nasi apapun dilakukan ibu ini....

tapi bagaimana pun juga ini jauh sekali melanggar norma agama.............

semoga ibu Indonesia dapat mengambil hikmah dari cerita ini...

SIPPP........ SELAMAT HARI IBU

samuel said...

wah,,kasih ibu memang tiada duanya,,selamat hari ibu!!!

Anna 'dTeepZ said...

emaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkk................i luph u....happy mothers day

Chiko said...

Kehidupan memang kejam.. Ibu Nur adalah sosok yang mewakili perjuangan seluruh Ibu di dunia untuk anak-anaknya.. Bukan cara dia mencari sesuap nasi yang harus kita hargai tapi bgaimana kuatnya keinginan dan usaha mereka untuk membahagiakan anak2nya.. Mungkin wanita itu lemah tapi Perjuangan mereka dapat membuka MATA DUNIA.. Bukan hanya 22 desember yang kita peringati sebagai Hari Ibu tapi EVERYDAY IS MOTHER's DAY..

(Semoga saya ga dikutuk Jadi Batu kalo salah nulis)

bunda said...

lagi-lagi alasan ekonomi...cape deh
menghalalkan cara untuk menafkahi diri dan anak-anak amat tidak berkah
semoga ada yang bersedia mengulurkan tangan memberi pekerjaan halal
untuknya. supaya yang dimakan anak-anaknya juga jadi halal & berkah

indra putu achyar said...

aku nggak bisa comment bang... yang pasti i love emak.....
gimana ni kabarnya bang?

ifoell said...

Met hari ibu...
22 Desember 2008
Kasih ibu tiada duanya..
tak lekang oleh waktu dan tak lapuk oleh Zaman

Belajar ngeBlog said...

hikss..
momm, i love you..

JelajahiDuniaEly said...

baru tahu ada penjaja seks di kuburan cina

niTnOt said...

itulah hebatnya seorang ibu...
beliau bs melakukan apa ja demi buah hatinya...

I luph u mom...
^_^

Kios Info said...

Di balik perjuangannya, ada penderitaan yg amat sangat. Selamat hari Ibu

BloGendeng said...

Selamat hari ibu buat mama, dan selmua ibu di dunia yang telah berjuang tanpa lelah. We love u

Nice post bro

astri astronot said...

waduh
selamat hari ibu !
mama . . aku sayang mama :)
buat bapak, hari ini yang masak bapak :P
buat ibu di seluruh dunia dan calon ibu. hahaha. keep rawk ! jangan mau diinjak injak pria :P

Nyante Aza Lae said...

IBU....jasamu takkan pernah kulupakan..
Selamat Hari Ibu...doa dan cinta kami senantiasa bersamamu. Amin

ErwIEn rIDdtha said...

Iya neh...kasian bgt tuh ibu...turut prihatin hhe..:-D
aku jg mau ngucapik Selamat hari ibu buat ibuku tercinta yg jauh.......bgt!

gilaorganic said...

terharu saya baca postingannya..
:D

selamat hari ibu...

david said...

mama for my life..

Zippy said...

Wah, perjuangan'x berat amat...
Emang kita wajib bersyukur dan menagcungi 10 jempol buat mereka2 para Ibu yang mw kerja keras demi anak n keluaraga...

Natalia said...

wah wah..seorang ibu sejati..yang berkorban tanpa mikirin dirinya sendiri..terharu banget, thank you for sharing

harry potter said...

tanpa memikirkan yang lain, ck ck ck ck seorang ibu yang patut di hormati.....dan di sayangi, aku inget ibuku sekarang...malam ini,makasih atas postingannya kang,kang budi linknya sudah aku masukan dalam tempat aku yang new look, link baliknya aku tunggu yah kang

andirich said...

Rp. 10 ribu sepertubuhan. Itu tahun kapan mas.. Murah amat.. Setara sama harga sebungkus rokok mild aku :D

HoneyBUZZin said...

Dia seorang perempuan yang menderita. Tangisan malamnya tidak pernah didengari sesiapapun.
I felt really sad after reading this..Welcome to this Suckkks worlds!

yoyo' said...

itulah kasih ibu, sepanjang masa dan tidak minta imbalan, begitu besar pengorbanan beliau, tanpa kenal lelah, mengeluh dan tetap mencintai anak2nya dengan tulus....ibu kau adalah pelita hidupku....
ya Allah ampunilah dosa2 mereka, berilah kebahagiaan disisa2 hidupnya...amien

Dews said...

Bingung... Niatnya ga sebaik caranya...

xitalho ( berbagi itu indah ) said...

Semoga doa Bu Nur di kabulkan "Yang di Atas" ...anak-anaknya memperoleh kehidupan yang lebih baik kelak.

lingga murni andarini said...

fenomena ini sy saksikan di film PERTARUHAN karya nia dinata.
benar-benar menyedihkan..

Na said...

Dalam hidup ini banyak pilihan dan seyogyanya pilihan yang dipilih adalah pilihan yang terbaik dan bijak. Era ini memang memang semakin susah. Sekolah anak pun juga semakin mahal, tapi YAKIN bahwa ada jalan terbaik adalah yang terbaik. Saya dapat merasakan susah dan beratnya mengasuh lima orang anak, karena saat ini anak saya pun lima. Bukan hanya masalah biaya hidup, tapi juga masalah pendidikan pribadi anak yang sebenarnya dimulai dari keteladanan orang tua itu sendiri dalam menyikapi permasalahan dan mencari solusi terbaik dan bijak.
Semoga niat yang mulia dari Ibu Nur Hidayah akan menjadi cahaya dan petunjuk bagi Ibu Nur dan Ibu-ibu semua, serta bagi semua orang tua dan masy. pada umumnya, bahwa kehidupan yang lebih baik bukan semata dari lebihnya kekayaan harta, tetapi lebih kepada kekayaan dan kekuatan hati dan keimanan. SEMOGA....karena sebenarnya even though life is difficult but it is so beautiful...So, mengapa keindahan dan kemuliaan hidup harus ternoda ....