Friday, May 02, 2008

MU Terkaya di Dunia

Prestasi Manchester United (MU) berbanding lurus dengan pundi-pundi kekayaan yang dimiliki klub berjuluk Setan Merah itu. Majalah ekonomi kenamaan, Forbes, kemaren melansir United kembali menyandang status terkaya dunia. Hebatnya lagi, predikat itu adalah yang kali ke-empat secara beruntun diraih United.

Berapa total kekayaan yang dimiliki Setan Merah? Forbes melansir bahwa jumlah kekayaan yang dimiliki tim yang musim ini berpotensi besar meraih double winners (Liga Champions dan Premier League) itu mencapai USD 1,8 miliar atau sekitar Rp. 16,5 triliun (dengan asumsi 1 USD = Rp 9.200).

Total kekayaan yang dimiliki United itu jauh lebih besar dari pada yang dimiliki raksasa Spanyol, Real Madrid, yang berada di urutan ke-dua. Dimana, El Real "hanya" memiliki kekayaan senilai USD 1,285 miliar atau sekitar Rp 11,8 triliun. Posisi ke-tiga ditempati klub Inggris lainnya, The Gunners Arsenal, yang memiliki jumlah kekayaan USD 1,2 miliar atau sekitar Rp 11,04 triliun. Dalam satu tahun terakhir, kekayaan Manchester United diperkirakan bertambah hingga USD 111 juta atau Rp 1,02 triliun.

Secara berurutan, peringkat ke-empat tim terkaya di dunia adalah The Red Liverpool dengan pundi-pundi kekayaan senilai USD 1,05 miliar dan raksasa Jerman, Bayern Munchen di posisi ke-lima dengan USD 917 miliar.

"Kekayaan United bertambah lagi USD 45 juta ketika memastikan diri lolos ke babak final Liga Champions," menurut editor Forbes, Jack Gage, seperti dikutip AFP.

Daftar Klub Terkaya di Dunia

1. Manchester United USD 1,8 miliar
2. Real Madrid USD 1,285 miliar
3. Arsenal USD 1,2 miliar
4. Liverpool USD 1,05 miliar
5. Bayern Munchen USD  917 miliar
6. AC Milan USD  798 miliar
7. Barcelona USD  784 miliar
8. Chelsea USD  764 miliar
9. Juventus USD  510 juta
10. Schalke USD  470 juta

Forbes membandingkan, jumlah kekayaan yang dimiliki United itu melampaui jumlah kekayaan yang dimiliki tim profesional di Amerika Serikat. September lalu, Forbes melansir tim terkaya di AS saat ini adalah anggota NFL (National Football League), Dallas Cowboy yang total kekayaannya mencapai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 13,8 triliun.

Elemen-elemen yang digunakan Forbes untuk menentukan jumlah kekayaan klub-klub tersebut antara lain adalah semua apa yang dijual dalam satu tahun terakhir (tiket, pemain, dll), keuntungan, dan deal hak siar.

Forbes juga melansir jika stadion baru The Gunners Arsenal, Emirats Stadium, yang selesai dibangun pada 2006 dengan biaya mencapai USD 860 juta atau sekitar Rp 7,9 triliun dengan kapasitas 60.432 tempat duduk memberikan sumber pendapatan paling tinggi. Yaitu mencapai USD 6 juta (Rp 55,2 miliar) per pertandingan. Sedangkan Old Traford di peringkat kedua. Dimana stadion berkapasitas 76 ribu itu memberikan income sebesar USD 5 juta atau sekitar Rp. 46 miliar per pertandingan.

Selain merilis daftar klub terkaya dunia, Forbes juga melansir daftar pemain dengan pendaptan tertinggi. Tahun ini, mantan skipper timnas Inggris yang saat ini bermain di LA Galaxy, David Beckham, masih berkibar di posisi tertinggi dengan pendapatan mencapai USD 49 juta atau sekitar Rp 450 miliar. Beckham unggul dari pemain Barcelona Ronaldinho yang mempunyai kekayaan USD 33 juta.

Sumber : Sumut Pos, Jumat 2 Mei 2008

Read More......

Thursday, May 01, 2008

Jangan Jadi Korban Law of Attraction!

Tulisan ini sengaja saya rilis, berkaitan dengan mulai berkembangnya berita atau kabar tentang korban-korban yang berjatuhan dan dianggap sebagai tumbal dari LoA (Law of Attraction).

Lebih dari itu, saya sendiri adalah seorang pembicara yang termasuk sering menyajikan seminar bertemakan Law of Attraction, dan tentunya tidak ingin "makan korban".

Tumbal, maksudnya adalah orang-orang yang "karena" menonton The Secret atau mendalami Law of Attraction, malah jadi tukang melamun dan terjauhkan dari action. Melamun dan melamun, dan saat ditanya mereka mungkin menjawab, "Saya sedang me-LoA sesuatu nih...". Gawatkan?

Atas berjatuhannya korban-korban ini, ada sebagian orang yang langsung mempertanyakan Law of Attraction, dan ada pula yang menilai bahwa pembelajarnyalah yang "salah ngelmu". Saya mungkin lebih memposisikan diri pada bagian yang kedua. Mudah-mudahan, bukan saya sendiri yang malah "salah ngelmu".

Beberapa ikon universal terpenting dalam konsep Law of Attraction adalah tentang sabar, ikhlas, dan syukur. Tiga konsep ini memegang peranan penting dalam proses "meminta" atau "asking" yang digaungkan besar-besaran oleh Law of Attraction. The universe is your catalog. Just ask. Sangat mungkin, dua kalimat terakhir itulah yang menjadi "biang kerok" dan menciptakan korban, yaitu orang-orang yang justru menjadi lebih pasif, no action, thinking only, talk only, nge-LoA doang, gara-gara mendalami Law of Attraction.

Sabar, ikhlas, dan syukur melekat pada dua kelompok situasi, kelompok situasi yang pertama berkaitan dengan hal-hal yang given, dan kelompok situasi yang kedua terkait dengan action.

Cacat bawaan lahir, musibah atau bencana, dan menjadi korban sebuah peristiwa, bisa jadi masuk pada kelompok situasi yang pertama. Begitu pula jika kita terlahir kaya, punya wajah cantik atau tampan, menjadi keturunan raja yang berkuasa, tiba-tiba mendapatkan hadiah undian, atau mendapatkan durian runtuh. Istilah kata, sudah dari sononya.

Sepanjang sisa tulisan ini, kita belajar bersama tentang situasi kedua, yaitu situasi yang tidak dari sononya alias apa-apa yang memang menjadi wilayah "kekuasaan manusia" dalam batas-batas kemanusiaan kita. Sebagian kecil dari "kekuasaan" itu, adalah segala kesuksesan duniawi kita. Kebahagiaan yang non fisik, pekerjaan yang memberi hasil besar, bisnis yang maju dan berkembang, uang yang banyak, tanah di mana-mana, mobil idaman, dan sebagainya.

*Sabar*

Sabar adalah fenomena action. Dari mana juntrungannya seseorang bisa bersabar, jika ia tidak melakukan apapun? Apa yang mau disabarin? Seseorang yang no action tidak berhak atas sabar. Dalam literatur manapun, kita akan menemukan bahwa sabar selalu dikaitkan dengan action.

Sabar adalah fenomena hati yang tidak begitu saja muncul melainkan berkaitan dengan tindakan. Kita bekerja maksimal atau optimal, hasilnya belum memuaskan, kita musti sabar. Kita berhak untuk sabar karena kita sudah take action. Apakah jika kita sudah merasa bersabar, maka kemudian kita diam? Jika jawaban kita "ya", maka kita tidak berhak untuk sabar. Sabar hanya diperuntukkan bagi mereka yang terus bergerak. Sabar tidak berlaku untuk orang yang hanya diam.

*Ikhlas*

Ikhlas adalah fenomena action. Kita berupaya maksimal atau optimal, kemudian berhasil, dan tiba-tiba itu semua terenggut dari diri kita. Kita diminta untuk ikhlas karena semuanya cuma titipan. Ikhlas kita, terkait dengan action. Dalam hal ini kita memang berhak untuk ikhlas. Apa yang bisa kita ikhlaskan jika kita tidak melakukan apa-apa dan tidak mengalami apa-apa yang menjadi hasil tindakan kita? Kita tetap berhak untuk ikhlas, jika kita tetap bergerak. No action, kita tak berhak merasa ikhlas. Aneh sekali, jika kita mengikhlaskan sesuatu, dan kemudian tidak action untuk sesuatu yang lebih baik.

*Syukur*

"Syukur Alhamdulillah Pak Sopa, outlet saya sudah bertambah tujuh buah di seluruh Jakarta." Jatuh dari langit? Tidak, karena itu semua tercipta dari action. Outlet pertama, outlet kedua, dan seterusnya sampai outlet ketujuh, semuanya adalah action. Dalam progress seperti itulah syukur berlaku. Jika kita menambah satu saja outlet busana kita di Jakarta, jelas-jelas itu adalah bentuk rasa syukur kita. Rasa-rasanya, sulit sekali membayangkan bahwa kita melakukan itu karena terpaksa atau karena menderita. Jika itu terjadi, maka outlet kedua hanya tercipta karena keinginan untuk survive. Hanya untuk itukah kita berbisnis? Hanya untuk sekedar survive? Rasa syukur kita, menciptakan action. Bahkan, positive action.

"Alhamdulillah, tahun 2008 ini akan ada banyak Power Workshop E.D.A.N. di gelar di mana-mana." Jika saya hanya ngendon di Jakarta saja, maka Power Workshop E.D.A.N. juga hanya akan ada di Jakarta saja, karena kebetulan trainernya baru saya doang. Rasa syukur saya (Alhamdulillah...), mendorong saya makin giat menambah jadwal gelaran Power Workshop E.D.A.N. di mana-mana.

Syukur menciptakan action.

Jika Power Workshop E.D.A.N. masih sedikit peminatnya, saya diminta *ikhlas, sabar... dan tidak tinggal diam*. Saya akan melakukan sesuatu untuk merubah keadaan itu.

Sabar dan ikhlas menciptakan action.

Jika saya hanya diam, sabar dan ikhlas saya tidak ada artinya. Itu konyol namanya. Sabar, ikhlas, dan syukur adalah fenomena action. Action menciptakan sabar, ikhlas, dan syukur. Ketiganya, menciptakan action lanjutan. Tidak ada tempat untuk hanya sekedar melamun.

Ada pendekatan yang lebih mudah untuk memahami semua ini. Awalnya, Law of Attraction berkaitan dengan cara kerja pikiran dalam menarik berbagai hal yang diharapkan. Pikiran itu kemudian akan terkait dengan perasaan, termasuk di dalamnya sabar, syukur, dan ikhlas. Diketahui, modal utama manusia untuk sukses adalah akal dan badan. Mind and body kata orang. Sementara itu, Law of Attraction lebih banyak berfokus pada fenomena pikiran. Dari sini kita bisa memahami bahwa peran Law of Attraction barulah *setengah saja* dalam menciptakan kesuksesan kita. Setengahnya lagi, adalah badan kita alias action.

Law of Attraction adalah tentang pikiran. Artinya, ia tidak lepas dari paradigma akal yang fungsinya adalah menimbang dan memilih. Dan bicara tentang akal, maka pertanyaannya menjadi jauh lebih sederhana sekarang; masuk akalkah jika kita menginginkan sesuatu, kemudian badan kita tinggal diam dan bersiap menerima saja?

Law of Attraction, tidak hanya menarik apa yang kita inginkan. Sesuai konteks mind-body, pikiran kita mestinya juga *menarik tubuh* untuk bergerak mengejar keinginan. Jika tidak demikian, untuk apa diciptakan badan? Jika kita mau mengembalikan semua itu kepada konsep keyakinan beragama, maka semua itu bahkan tidak lagi hanya menjadi fenomena perasaan belaka. Itu semua, adalah tentang akhlak alias sikap dan perilaku. Maka, semua itu akan menjadi begini: *Sabar itu disabar-sabarin; Ikhlas itu diikhlas-ikhlasin; dan Syukur itu disyukur-syukurin.*

Tidakkah kini kita bisa melihat dengan lebih jelas, bahwa itu semua terselip di antara action?

Boleh belajar Law of Attraction, tapi jangan jadi no action.

Semoga bermanfaat.

*Ikhwan Sopa* Trainer E.D.A.N. +62 21 70096855 QA Communication *School of Motivational Communication* http://milis-bicara.blogspot.com

Read More......

Lakshmi Mittal Paling Kaya di Inggris

Raja baja kelahiran India Lakshmi Mittal tetap menjadi orang paling kaya di Inggris. Dalam soal kekayaan, Mittal mengalahkan pemilik klub sepakbola Inggris Chelsea, Roman Abamovich. Demikian laporan kekayaan 2008 versi koran The Sunday Times seperti di lansir AFP, Minggu (27 April 2008).

Kekayaan Mittal pada tahun 2008 ditaksir menjadi 27,7 miliar pounds (US$ 54,9 miliar atau sekitar 35,1 miliar euro), atau mengalami kenaikan sekitar 8,5 miliar dibandingkan tahun 2007.

Mittal menjadi orang terkaya di Inggris selama 4 tahun berturut-turut. Koran itu menyebutkan kekayaan Mittal makin lama terus bertambah. Tidak ada yang bisa menandingi Mittal dalam meraup pundi-pundinya di Inggris. Roman Abramovich 'hanya' mampu mengumpulkan kekayaan sebesar 11,7 miliar.

Mittal di Indonesia kini tengah mengincar untuk membeli perusahaan baja milik pemerintah Krakatau Steel.

Berikut ini urutan 10 orang paling kaya di Inggris yakin Lakshmi Mittal 27,700 miliar pounds, Roman Abramovich (minyak dan gas) 11,7 miliar pounds, The Duke of Westminster (properti) 7 miliar pounds, Sri and Gopi Hinduja (industri dan keuangan) 6,2 miliar pounds.  Kemudian, Alisher Usmanov (baja dan tambang) 5,762 miliar pounds (baru masuk daftar terkaya), Ernesto and Kirsty Bertarelli (farmasi) 5,650 miliar pounds (baru masuk daftar terkaya), Hans Rausing dan keluarga (pengiriman paket) 5,40 miliar pounds, John Fredriksen (perkapalan) 4,650 miliar pounds, Sir Philip and Lady Green (retail) 4,330 miliar pounds dan David and Simon Reuben (properti) 4,300 miliar pounds.

Dari 10 orang itu hanya 3 orang yang lahir di Inggris. Di Inggris ada sekitar 75 orang miliuner atau naik dari tahun lalu sebanyak 68 orang. Dari 75 orang itu, 40 orang kaya lahir di luar Inggris.

Ratu Elizabeth II menempati urutan 264 dengan kekayaan sekitar 320 juta pounds.

Read More......

Monday, April 28, 2008

PT Lippo Karawaci Bangun Pemakaman San Diego Hills

PT. Lippo Karawachi Tbk, bukan hanya membangun properti bagi manusia yang hidup, tapi akan membangun bagi orang mati atau tempat peristirahatan terakhir. Tidak tanggung-tanggung, untuk membangun kompleks pemakaman San Diego Hills, Memorial Park tersebut, perusahaan ini menggelontorkan investasi Rp. 10 triliun.

"Perkiraan nilai investasi proyek ini sebesar Rp. 10 triliun," ungkap Director San Diego Hills, Suziany Japardy, usai jumpa pers di restoran Porta Venetia, Jakarta, Rabu (23 April 2008).

Megaproyek kompleks pemakaman ini rencananya dibangun di atas lahan seluas 500 hektar, berlokasi di Karawang Barat. Namum yang sudah diluncurkan baru sekitar 25 hektar. "Dua kluster yang sudah diluncurkan adalah Garden of Creation yang bernuansa Islam dan Heavenly Garden bernuansa Kristiani," ujar Suziany.

Luas dua kluster tersebut sekitar 18 hektar untuk pemakaman dan 7 hektar untuk ruang fasilitas. Satu kluster lagi yang sedang digarap saat ini adalah Garden Properity and Joy, atau dalam bahasa Mandarin disebut Bai Fu Le Yuan.

"Bai Fu Le Yuan merupakan kluster pemakaman yang disainnya mengambil nuansa etnis Tionghoa,"ujar Suziany. Luas lahan kluster terbaru tersebut sekitar 25-26 hektar. Kluster ini dibagi menjadi tiga mansion pemakaman yaitu Diamond Mansion, Pearl Mansion dan Jade Mansion.

"Yang akan diluncurkan lebih dulu adalah Diamond Mansion. Untuk ketiga mansion tersebut kita targetkan selesai dalam satu tahun."ulas Suziany. Ia mengungkapkan, proyek ini merupakan proyek jangka panjang. Saat ini yang baru digarap sekitar 50 hektar. "Target kita setiap tahun menggarap 25 hektar. Jadi kira-kira butuh 20 tahun untuk menggarap 500 hektar," ungkap Suziany.

Sementara kapasitas makam dalam setiap hektarnya sekitar 2.000-3.000 makam. Harga beli tanah pemakaman yang ditawarkan mulai dari Rp. 2,6 juta hingga Rp. 8 juta per meternya.

"Hingga akhir tahun kita menargetkan mampu menjual sebanyak setengah dari kapasitas Bai Fu Le Yuan. Kalau untuk dua kluster yang sudah diluncurkan sebelumnya, sudah laku sekitar 9.000 unit," ujar Suziany. Mengenai pendanaan proyek, Suziany mengungkapkan sepenuhnya menggunakan kas internal perusahaan.

Sumber : Medan Bisnis, Kamis, 24 April 2008

Read More......