Tari Pendet milik Malaysia?

tari_pendet Siapapun yang merasa sebagai bangsa Indonesia, akan kaget mendengar bahwa tari Pendet diklaim menjadi milik Malaysia. Menurut Prof. Dr. I Wayan Dibia MA, guru besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, tari Pendet digagas dua seniman kelahiran Desa Sumertha, kota Denpasar, yakni I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng. Tak lama setelah diciptakan - sekitar tahun 1950 - oleh dua seniman Bali ini maka tari Pendet atau tari selamat datang, langsung memasyarakat sehubungan kerap dipakai menyambut kehadiran tamu-tamu penting di Pulau Dewata.

Pada awalnya, tari Pendet hanya menampilkan empat orang penari, dan disuguhkan kepada turis asing yang tiba di Bali atau yang sedang menginap di sejumlah hotel. Karena cukup mengesankan, maka tari ini kemudian juga digunakan untuk menyambut para pejabat negeri dan tamu-tamu penting negara. Setelah cukup berkembang, di tahun 1961, I Wayan Beratha mengolah kembali tari Pendet menjadi polanya seperti sekarang, termasuk menambahkan jumlah penari dari empat orang menjadi lima orang. Bahkan di tahun 1962, I Wayan Beratha dan kawan-kawan menyuguhkan tari Pendet massal dengan jumlah penari tidak kurang dari 800 orang. Tarian massal ini ditampilkan pada upacara pembukaan Asian Games di Jakarta (Sumber : antaranews).

Lalu, apa dasarnya Malaysia mengklaim tari Pendet ini adalah milik mereka?

Inilah yang menjadi pertanyaan atau kebingungan kita bersama. Kita tidak mengetahui secara pasti apa yang dijadikan dasar bagi Malaysia untuk mengklaim tari Pendet sebagai hak milik mereka. Sepertinya tetangga/jiran kita ini selalu mencari masalah.

Mulai dari kasus Sipadan dan Ligitan (yang akhirnya dimenangkan oleh Malaysia), batik, angklung, reog Ponorogo, dan sekarang tari Pendet. Apa yang sedang kau cari Malaysia? Dengan dalih, banyaknya orang/suku Jawa yang tinggal di Malaysia dan membawa budaya Indonesia ke sana, maka sepertinya Malaysia 'berhak' mengklaim batik, angklung dan reog juga adalah milik mereka. Tapi kita tidak habis pikir, jika sebuah tarian yang asli dari Bali juga bisa diklaim menjadi milik mereka. Berapa banyakkah jumlah orang Bali yang tinggal di Malaysia sehingga bisa menjadi pembenaran alasan klaim atas tari Pendet?

Jika dengan seenaknya saja Malaysia bisa mengklaim apa-apa yang berbau Indonesia menjadi milik mereka, maka dikhawatirkan mereka juga akan mengklaim kesenian asli Indonesia lainnya. Saya khawatirkan, bisa-bisa tari SaMan, tari Tor Tor, tari Serampang 12, tari Jaipong, tari Ronggeng Betawi, tari Serimpi, tari Merak, tari Kecak, tari Barong,  tari Lenso, tari Cakalele, dan lain-lain, bisa dengan seenaknya diklaim oleh Malaysia. Bahkan mungkin saja terjadi, koteka dari Papua diklaim oleh mereka. Atau Danau Toba juga akan diklaim. Atau yang lebih 'gila' lagi, misalnya Pulau Madura atau Candi Borobudur diklaim milik mereka.

Tidak bisa dipungkiri, ada beberapa lahan bisnis di Indonesia yang kini sudah dimiliki Malaysia, misalnya perkebunan kelapa sawit, bisnis perbankan, bisnis telekomunikasi, dan lain-lain. Tapi bukan berarti apa yang sudah menjadi warisan (heritage) budaya dan seni di Indonesia serta merta dapat diklaim seenak udel. Apa tanggapan Malaysia jika kita juga mengklaim warisan budaya dan seni mereka adalah milik kita. Sebagai tetangga sudah selayaknya kita bersahabat, saling mendukung, bukan mencari masalah. Apalagi kita satu rumpun.

Kejadian ini juga diharapkan menjadi koreksi bagi Pemerintah, bahwa untuk segera mengklaim (baca : mem-paten-kan) semua warisan budaya, seni, makanan serta karya anak bangsa lainnya, yang berasal dari Indonesia. Jangan setelah ada klaim dari negara lain, baru kita ribut, seperti orang yang kebakaran jenggot. Kalau tidak ada tindakan yang nyata dari Pemerintah Indonesia, jangan heran satu per satu warisan tersebut akan berpindah tangan.

Foto berikut ini adalah foto Danau Toba. Untuk saudara-saudara kami yang di Malaysia, kami tegaskan, bahwa danau ini letaknya di Indonesia, tepatnya di Propinsi Sumatera Utara dan asli dari Indonesia (asli lho..) Open-mouthed

Danau_Toba_FB 

sumber foto danau toba : milik pribadi
sumber foto tari pendet : babadbali.com

70 komentar:

Narzis Blog's said...

Ya...nama'x juga MALINGSIAL bang...
Negara nggak kreatif gitu cuma bisa klaim sana sini....
Parah bener...

Udah kirim teroris, sekarang mw cari masalah lagi...

sheila said...

tradition are wonderfull have their history behind...but as people traditions are developped to their own purpose.......we have to preserve tradition pure as in the past they were...all are brothers....wonderfull images of your land thank you........
finally i can translate maybe because it's indonesian language malaysian can't translate and you write very interesting things for me...
best regards Budiawan

G said...

Setujuu... sungguh aneh apa yang Malaysia terus menerus lakukan belakangan ini. Masak sama sekali tidak ada etika dalam berhubungan antar negara, dan jelas-jelas tidak ada niat baiknya sebab mereka tau kok itu adalah budaya Indonesia yg masih sangat jelas asal-usulnya. Repotnya kita memang harus dengan cepat mempertahankan apa yg jelas-jelas merupakan milik kita karena tetangga yang hobinya bertindak kurang-ajar.

Sudino Dinoe said...

Mengapa Negara Jiran selalu semena-mena...apa krn kita tidak pernah tegas...mari kita satukan tekad..pertahankan apa yang jadi milik kita...tunjukkan bahwa kita Negara Yang Punya Prinsip..

kakve-santi said...

pokonya malaisia tukang bikin ribut aja..

inilah teroris!

JudithNatalia said...

Yang bodoh tuh sapa ya jelas 2 tari itu dr Bali kok di klaim Mlaysia hahaha...Bali tuh dimana seehh???*ngajak esmosi neh*

xander said...

payah negaraku ini kesenian asli negeri sendiri ga bisa dipertahankan. kl kita sadar bahwasanya kita telah dijajah secara perlahan - lahan mulain dari hal - hal seperti ini hingga akhirnya bom dan bommmmmmmm

Yudie said...

Bener Pak,.. saya juga kuatir neh jangan-jangan Bogor dan juga Monas di kalim milik mereka... berabe...

PHONEVAGANZA said...

Malaysia kayaknya mo ngajak berantem ya... Dia nganggep enteng Indonesia... Gebukin... gebukin....
Eh.. saya udah klik iklan loh...
Balas dong.. hehe..

manusia biasa said...

klaim nya gak ada dasarnya omong kosong doank........... malaysia cuman bisa klaim pake omongan dari tempatnya sana, aja ane punya usul bwt indonesia gimana kalau indonesia mempatenkan semua kebudayaan agar tidak diklaim sama MALINGSIA itu lagi. SETUJUUUUUUU??

Blog Joker said...

kalo aku nge klaim tari moonwalk jacko ko gpp ya?

Ve Ry said...

jangan2 ntar SBY jga diklaim sbagai presiden malaysia, huakkakakkkkk

Anonymous said...

WAH BANGSAKU..BANGSA INDONESIA KOK SELALU MUDAH DIPROVOKASI YA...
SOALNYA AKU BELUM PERNAH DENGER ADA KLAIM DARI MALAYSIA, JANGAN2 HANYA KERJAAN MEDIA AJA YANG MEMBESAR2KAN...TIDAK CHECK AND RE CHECK DULU.

CINTA INDONESIA said...

Gila Beneeeeeeeeeeeeeeeeeeer, tARI PENDET MAU DI AMBIL MALAYSIA LAGI,BANGSAT.TAR APA LAGI YA...KALAU BERITA INI BENER , WAH SAYA PILIH PERANG AJA, TABUH GENDRANG PERANG SEKARANG JUGA, GAK ADA LAGI NEGOSIASI,RAPAT ATAU JALUR DIPLOMASI, TAR KAYA PULAU ITU LAGI , KITA KALAH, BLM LAGI SAKIT HATI INI TEROBATI KAPAL LAUT KITA DISENGGOL, BANGSAT......PEMERINTAH CEK DONG AND SAMPAIKAN BENER ATAU KAGAK ITU BERITA KE SELURUH WARGA INDONESIA....KERJAAN LOE APA SIH ! BERARTI BENER YA Presiden kita dulu Ir Sukarno.. GANYANG MALAYSIA, PERANG LAH DGN MALAYSIA, BUAT MASALAH MULU EUY.... GAK PANTES JADI NEGARA TETANGGA AND SERUMPUN....PERANGI MALASIA ,,MERDEKA...

ocim said...

Cukup satu kalimat buat MALAYSIA tersayang ^_^

DASAR ANJING, BANGSAT , PEMAKAN KOTORAN BABI, WOMEN IS BITCH ...

ALLAH HUAKBAR

Em@k said...

Malaysia Truly Indonesia (^^)

http://emakemak.blogspot.com/2009/08/saykoji-copy-my-style.html

newbi said...

kalo pengen marah jangan marah sama malaysia. blh malah ke malaysia tapi jangan banyak2
harus lebih marah ke pemerintah yang tidak punya prioritas pembangunan

indonesia raya said...

@newbie= sorry ya jelas maling sia dulu lah yang harus pertama kita maki n nasehatin!!! kalo pemerintah kita bukan di marahin tapi di dukung..kita harus sadar negara indonesia Raya ini negara besar g gampang buat ngaturnya.. g kek maling sia. negara cuma se upil!! salam indonesia..go indonesia raya!!

Macam2 Tips said...

kalo pemerintah kita diem aja,beberapa tahun lagi bisa2 kita semua pake bahasa melayu ni di negri sendiri...

giel said...

tenang..tenang semuanya. harap tenang. plz... (ini cuma pikiranku aja lho)
menurutku: biarkan saja negri kecil itu mengklaim aaaaapa saja yg ada di kita, punya kita, sehingga...biarkan dia mengklaim dirinya sendiri sebagai bagian dari NKRI.......(he he..paham maksud saya kan?)
jadi...nantinya anda-anda ini dan seluruh dunia...tidak akan dapat lagi menemukan peta negara malaysia di google globe! KARENA SUDAH DIKLAIM SBG BAGIAN DR NKRI!!!

Blogger Indramayu said...

Menurut saya, sebenarnya malaysia tuh iri terhadap budaya tradisional negara kita. Orang iri tidak akan bisa menang.

Indonesia nya juga, sebenarnya budaya tradisional seperti contoh di atas bisa mendatangkan devisa bagi negara. Cuma kurang bisa melestarikannya.

Malaysia hanya meng copy kebudayaan kita. Tapi ingat, yg namanya mengcopy itu tidak akan bisa menang dan dapat citra jelek di mata dunia. Jadi sebenarnya malaysia tuh merugikan dirinya sendiri.

bippi said...

Ini sdh keterlaluan!Malaysia klaim lg satu seni budaya kita. Sampai kpn pemerintah bertahan?Bukan diplomasi yg utama tp kedaulatan dan ketegasan bangsa yg harus ditegakkan.

dj tutorial said...

wah..lama2 perang nih..kalo pemerintah malasya mancing terus..

Willyo Alsyah P.Pratama said...

Duh..kasian Buyut ku panglima besar Jndrl SOEDIRMAN, dan para pahlawan lainnya...mereka mengorbankan jiwa, raga dan harta untuk Merdeka, tetapi setelah merdeka...apa yang di perbua ole generasi penerusnya ???...Malaysia jelas2 SALAH !!! mencuri hak milik orang !!! tapi kita sebagai anak bangsa juga SALAH !!! coba aja liat, dari petinggi sampai rakyat biasa MASA BODOH !!!, petinggi mekirin jabatan dan uang dgn dalih Merah putih, rakyat masa bodoh dengan budaya...Coba kalian liat generasi muda sekarang...PANCASILA sama lagu INDONESIA RAYA aja banyak yang tidak HAFAL...MENGENASKAN NEGARAKU INI...

Willyo Alsyah P.Pratama said...

giliran Budaya di caplok orang baru ngomel2...jaga dan lestarikan dong dari awal...

Hamidz said...

Saya rasa pemerintah indonesia kurang tegas untuk menghadapi msalah seperti ini!!!
Botanix

lina@happy family said...

Mudah2an kasus yang terus berulang ini segera ada solusinya, mungkin perlu MOU yang berkekuatan hukum dengan sanksi bagi negara pelanggar. Pemerintah Malaysia kayaknya terlalu berambisi dengan 'truly Asia'nya...

penkdell said...

si Nurdin Ntot.. di kliam malaysia ga yah.. :D :D

boeyay said...

Bos...kali aja Malingsial ... banyak warga keturunan Indonesia...yg dah turun-temurun ngarti budaya kita Indonesia, terus mereka kembangin di sana, jadi dah mereka merasa budaya tuh punya dia gitu..... Kan banyak TKI kita yg dah bertahun-tahun di sana.....

QieFLy si Dolce said...

assalamualaikum......hurm entry korang semua ni agak menarik juga yer....hurm boleh saya tahu dari mana kamu tahu bahawasanya malaysia @ malingsial tu pernah menuntut budaya korang akan menjadi milik kekal penduduk Di malaysia....

sudah terang lagi bersuluh peluang yang ader di depan mata jgn la hnya di pandang saja business2 ini semua harusla ada saingan yang sengit lebey2 lagi dizaman pembangunan moden....

so jgn la kuman diseberang laut kamo semua boleh lihat sedangkan gajah didepan mata sendiri korang tak le nak lihat.....

so korang fikirla sendiri sebelum meyuarakan pendapat dgn sewajarnya....

sebb i pown bukannya tahu sngt pasal benda2 nie....kan tuan tanah dah berkata ianya hanya andaian....

so come on gysss napa cepat sngt buat assumption sendiri....lu pikir la sendiri

salam sejahtera....

kang tatang said...

Marilah kita jaga harta budaya bangsa kita. Apapun caranya jangan biarkan harga diri bangsa kita diinjak-injak.

salam
kangtatang

sweet_shelo said...

Hi Budiawan, how I wish I could understand what you have written here bro.. I guess this is a wonderful thoughts on your homeland's tradition. The picture of the dancer tells me so.

By the way, "kuya" in Filipino is an address to the older brother or older male cousin or male friend. It's a sign of respect.

Budiawan Hutasoit said...

@All : terima kasih untuk yang sudah berkomentar baik yang tanpa maupun dengan emosi. tidak ada satu komenpun yang saya delete. dibutuhkan kearifan bersama antara dua negara yg bertetangga ini (harap diingat sampai kapanpun kita tetap akan bertetangga dengan malaysia, kecuali ada gempa besar, yang mengakibatkan kontinen Malaysia atau Indonesia berpisah).
update terbaru, bahwa iklan tersebut sudah dicabut.
walaupun pihak Production House ada menyebutkan bahwa mereka membuat iklan ini untuk juga turut mempromosikan budaya Indonesia, tapi alangkah bijaknya jika menyebutkan sumbernya. Sama seperti kita nge-blog, maka wajib-lah kita mencantumkan link atau sumber tulisan kita. bukan hanya copy-paste.
bagi Pemerintah Indonesia juga, diharapkan ini menjadi 'cubitan' sayang dari Malaysia, supaya segera menginventaris budaya, seni, kuliner, dll dari bangsa ini, untuk secepatnya dipatenkan. dan mudah-mudahan tidak hanya hangat-hangat tai ayam.

@Sheila: thanks for your comment sis..GBU

@Shello : please use Google Translate sis..noted about 'kuya'..so you can call me 'kuya' right? :-)

ayien.. said...

hello budi... i never heard that malaysia claim that dances as ours..
serius, aku tak pernah dengar org malaysia klaim tari itu tari orang malaysia.. seriusssss....
ini cuma mainan media yang mahu berita mereka menjadi sensasi...
letih aku dengar cerita begini... di malaysia ramai warga indonesia yg berkerja.. ayah ku juga punya pekerja indonesia, tapi kami baik2 saja.. tiada prejudis sama sekali... kita harus ingat .. malaysia dan indonesia itu satu rumpun..
peace ;]

ayien.. said...

hello budi... i never heard that malaysia claim that dances as ours..
serius, aku tak pernah dengar org malaysia klaim tari itu tari orang malaysia.. seriusssss....
ini cuma mainan media yang mahu berita mereka menjadi sensasi...
letih aku dengar cerita begini... di malaysia ramai warga indonesia yg berkerja.. ayah ku juga punya pekerja indonesia, tapi kami baik2 saja.. tiada prejudis sama sekali... kita harus ingat .. malaysia dan indonesia itu satu rumpun..
peace ;]

nationalinks said...

1 kata aja gih

klo emang maling ya tetap maling

dasar maling sia

nationalinks said...

1 kata ko panjang banget ya wkwkkwkwkwkw


dah one word >> malingsia

budi said...

menurut saya nggak ada salahnya mereka pakai tari pandet sebagai sarana promosi pariwisata, yang penting tuh....royalty - nya. Kan... bisa lebih populer, dan banyakan wisatawan juga sdh pada tahu kekayaan budaya termasuk pandet Bali.

sheila said...

hope i understand well :-(.....
indonesian culture has to join malaisia one to encrease also tourism....you have great cultures,historical elements all around your countries...join mean force.....and it's right we have to tell,to write where the news is coming from to replicate to someone as reference.....i can write or tell everything come in my mind but i'm responsable of what i say or write ....i hope this discussion between cultures arrive to a good ending in intelligent way....our past in all the espression is our present and our future to understand ourself our origin and what teach to our children.....so i think

Iklan Gratis said...

mungkin malaysia punya beraneka ragam kesenian yang menarik layaknya Indonesia .. tapi sayang caranya salah, mengaku2 milik negara lain ..
tapi bukan berarti Indonesia tidak bersalah, karena kita sendiri tidak menjaganya, tidak mempatenkannya .. begitu ada yang berusaha mencurinya, baru marah ..
sesuai dengan pesan bang Napi .. 'kejahatan terjadi bukan hanya karena niat si pelaku, tapi juga karena ada kesempatan .. waspadalah .. waspadalah ..' ^_~

Iklan Baris

Iklan Gratis said...

mungkin malaysia punya beraneka ragam kesenian yang menarik layaknya Indonesia .. tapi sayang caranya salah, mengaku2 milik negara lain ..
tapi bukan berarti Indonesia tidak bersalah, karena kita sendiri tidak menjaganya, tidak mempatenkannya .. begitu ada yang berusaha mencurinya, baru marah ..
sesuai dengan pesan bang Napi .. 'kejahatan terjadi bukan hanya karena niat si pelaku, tapi juga karena ada kesempatan .. waspadalah .. waspadalah ..' ^_~

Iklan Baris

Hitsuke said...

nice info sob...w rasa malaysia seperti itu karena dy merasa tertarik bgt ma budaya indonesia..hehehehehe
 
kunjung balik ya sobat di postingan baru q nieh

Membuat Read More Otomatis 

Jangan lupa ngomentnya xeps...!??
 
________________________________________________________________________
Thanks.  
Regard,

Hitsuke and NarutoFans 

karila said...

Aku sepakat bang...
Semoga dari hal ini membuat pemerintah jadi sadar pentingnya mempertahankan dan mempatenkan budaya negri kita sendiri...
Kadang aku juga ngenes liat murid-muridku dah jarang ada yang tahu lagu daerah en kesenian daerah :(

al-basri said...

salam...
akhirnya saya terpanggil juga untuk berkomentar disini, meski sudah kelelahan dengan hal klaim-mengklaim.

sebenarnya hal tarian dan lain-lain budaya Indonesia yang diklaim sudah diselesaikan di peringkat tertinggi negara. Malaysia dan Pihak Discovery Channel juga telah meminta maaf secara resmi. malah pihak United Nation juga telah mengiktiraf milik Indonesia, cuma masih ada beberapa paten masih diperingkat perundangan.

secara peribadi saya ingin menjelaskan soal klaim ini tidak melibatkan keseluruhan rakyat Malaysia, seperti suku-suku lain tidak ingin untuk klaim budaya Indonesia. Cuma masyarakat melayu yang melihat budaya Indonesia adalah milik mereka karna mereka memang berasal dari Indonesia. rasanya saya tidak layak untuk komen terlalu jauh. kerana ini soal suku mereka bukan soal Malaysia secara umum.

sebagai Community Consultant for Indonesia corridor, saya sedih dan malu karna hal yang berulang-ulang. secara profesional saya juga menganggap hal klaim itu tidak wajar kerana menimbulkan banyak sekali kontroversi dan provokasi. semoga teman-teman blogger boleh membaca media terkini. dan anda akan tahu perkembangannya...

terima kasih sahabatku atas posting ini, salam cinta damai...

Hendra Lesmana said...

kebiasaan malaysia dari beberapa tahun lalu, malaysia kurang potensi budaya so mereka pintar mencuri budaya orang lain. lalu kalo udah kayak gini kita kembalikan sama diri kita, apa kita udah pintar untuk menghargai budaya kita sendiri, budaya yang sangat kaya? hmm...

AD1N said...

Ayo Pemerintah Indonesia.... Jaga donk kehormatan Bangsa ini.... klo bisa beli kembali tuh asset telco & lainnya yang dah di jual ke orang asing.... Buktikan klo Indonesia bangsa besar dan Mandiri....

kakara said...

Kalau memang iya, pantesan dulu jamannya presiden sukarno pernah ada 'Ganyang Malaysia'..

Yudie said...

jangan-jangan ntar lagi jemuran depan rumah juga di klaim milik mereka neh...

donadzku said...

hallo....Pemerintah Indonesia, sudah saatnya donk bangun dan bertindak tegas. Jangan mau donk diperlakukan seenaknya begitu sama Malaysia. Apa kata dunia??????

goceng said...

udah banyak yg komen....bagus smua...

setuju banget...agar pemerintah lebih peduli dengan INDONESIA. segera patenkan "kekayaan" bangsa ini agar tidak dicaplok sama negara lain serta dengan mudah diperjual belikan....

tsubowo blogs said...

si org jiran noordin adalah mata-mata negara jiran yg mengkamuflase sbg teroris, tujuan mrk jelas utk memporak-porandakan dan merampok negara kita. Pemerintah Indonesia harus tegas dgn memberikan teguran dan diikuti dgn sanksi keras kpd negeri jiran tsb. Bila mrk abaikan, maka kita bisa langsung membawa mrk ke pengadilan internasional agar dunia internasional tahu dan mrk akan dipermalukan serta dikucilkan oleh dunia internasional sebagai plagiator yg tdk tahu malu.

Rakhmat said...

Jika milik sendiri tidak berusaha dilindungi inilah akibatnya semoga saja ini jadi pelajaran yang kesekian kalinya, tapi tetap saja perbuatannya itu tidak benar... mengapa tidak bisa kreatif ya... kreatif donk harusnya...

sanman said...

sialan neh malaysia...
semua kebudayaan kita mau dibajak mereka...

Meidy said...

duuuuuuuuuhhhhh... bikin gemes aja.. udah sampe apa ya kita bertindak, jgn sampe smuanya jd terlambat dan nyesel di kmd hari..

reni said...

Aduuh...., kenapa ya Malaysia selalu saja bikin masalah dengan Indonesia?
Udah TKI kita digebugi disana.., budaya kita disabot juga.., lagu kebangsaan kita dilecehkan pula..
Apa lagi yang belum ya ?!!!

Anak Bali said...

Salam untuk semua anak Indo yang merasa budaya adalah kekayaan leluhur yang patutu di lestarikan....

saya sebagai anak Bali sangat terkejut akan pemberitaan bangsa tetangga kita.....

dan mudah2mudahan pemerintah ikut berperan besar untuk melindungi budaya kita..dan kami sebagai amsyarakat umum sangat suport akan perlindungan terhadapa budaya kita....

Ve Ry said...

adddaaooooooow... hellllllpppp' gw bru aja dklaim sebagai milik malaysia.

Miawruu said...

Tenang bro... soal tari pendet di kalim Malaysia itu hanya suatu kesalahpahaman aja dan kesalahan dari pihak Discovery channel Singapura yang ngedit film documenter yang mereka beli dari PH production untuk film documenter Malaysia. Dan Media di Indonesia yang terlalu menggembar gemborkan berita yg masih simpang siur tanpa ngelakuin cek dan ricek terlebih dahulu kebenarannya, jadinya pada heboh gini deh

Kita sebagai konsumen, jgn terlalu memakan bulat2 pemberitaan yg ada di media. Dah banyak pemberitaan di media kita skrg yg suka menggembar gemborkan sesuatu yg kebenarannya amsih belum teruji (lihat contoh pemberitaan Nordin M top, Manohara, pulau Sipadan dan Ligitan...) Rata2 para media memberitakan sesuatu berdasarkan atas asumsi mereka sendiri. Hal ini dah jelas salah, sebagai wartawan dari media berita, mereka harus bsia bersikap netral demi mencari kebenaran berita yg akan mereka beritakan. Karena jika salah pemberitaan, maka akan membawa informasi yg salah dan ambigue di masyarakat dan akhirnya akan berujung pada kehebohan kayak skrg.

Menteri kebudayaan dan deplu kita udah memeriksa relaman ASLI dari film documenter yg diproduksi oleh PH kru Studio (PH yg membuat film documenter itu) dan mereka tidak menemukan gambar tarian pendet di film tersebut. Karena gambar tarian pendet tersebut sepenuhnya kesalahan darim pihak discovery channel (yg mana discovery channel tidak bermaksud untuk mengatakan tarian itu adalah tarian dari Malaysia, tetapi justru pakaian batik dari gadis penari itulah yg menjadi penyebab gambar itu di masukkan ke dalam documenter edisi batik)

Dan dari pihak Malaysia sendiri, baik dari pemerintah, media dan rakyatnya sendiri tidak pernah mengeluarkan pernyataan pengklaiman tarian pendet sebagaimana mereka mengklaim batik, reog, tari pasambahan dll yg dimana mereka katakan budaya2 tsb sudah lama tumbuh di Malaysia.

Jika anda bertanya kenapa pihak Malaysia merasa memiliki kebudayaan yg serupa dg kita? Silahkan baca artikel di blog Mia hehehehe di sana ada Mia bahas ttg asal usul hbgn antara Malaysia dan Indonesia yg sudah hidup berdampingan menjadi satu kesatuan wilayah sejak tahun 1300-an dan terpisah pd tahun 1795 krn penjajahn Belanda dan Inggris.

Mr. Blog said...

Malaysia, Negara Tanpa Malu ! Negara berbudaya menghalalkan segala cara !

The thinker said...

Gue setuju banget ama Miawruu. Sebenarnya Malaysia ga pernah menklaim tarian pandet punya mereka. Cuma media berita aja yang berlebihan. Seharusnya para wartawan media Indonesia lebih netral dan profesional. Satu berita harus diperiksa dulu kebenarannya, jangan asal ngomong. Jangan cuma mikirin jualan koran. Mikirin juga donk nasib bangsa kalau misalnya kita benar2 perang cuma karena miskom. Jgn krn satu berita yang belum dipastikan kebenarannya kita jadi gampang terprovokasi. Kita pula sebagai konsumen jangan mudah percaya dngn gosip. Kebenarannya belum pasti, kita udah marah2.. kan punya otak sendiri masa ga bisa bedain at0 cari jalan sendiri utk tau berita sebenar. Makanya tuhan tu ngasih kita masing2 otak. Orang yg pinter ga akan terima 100% berita koran. Tapi akan cari tau kebenaran sendiri.

Anonymous said...

Indonesia itu asalnyadari Malaysia ..

Anonymous said...

Setuju dengan Miawruu, jgn mudah terima bulat-bulat berita dari media. mereka hanya fikir wang, sengaja membuat cerita sensasi utk melariskan jualan

Anonymous said...

Apa pasal laa kebanyakan rakyat indonesia suka emotional tanpa selidik dahulu bukti...sudah diberikan bukti tapi still tidak boleh terima...Even Discovery Channel admits that it's their fault..Kenapa mesti ader provokasi "Ganyang Malaysia" dan "Sweeping Malaysia"? Bukan ke berapa juta rakyat indonesia dtg mencari rezeki di Malaysia dan bawak balik berjuta juta duit setiap tahun pulang ke Indonesia.

Kenapa perlu provokasi jika sudah terbukti sebaliknya. Pihak media indonesia memang tidak bertanggungjawab kerana mengeruhkan lagi keadaan.

Kita serumpun, serta kebanyakannya beragama Islam, jgn disebabkan ini kita berpecah belah dan berperang. Nanti singapura akan bertepuk tangan sahaja nanti.

- To be cultured, one have to culture themselves first.

Anonymous said...

mengapa rakyat indonesia terlalu mudah percaya dengan info yg disebarkan media tanpa memeriksa, mengkaji dulu sumber tersebut. pihak discovery. telah admit yang mereka telah melakukan kesilapan. tetapi isu ini masih digembar gemburkan.
dunia sekarang dah maju. ada internet, gunakan lah semua sumber untuk menyelidik. jagan main hentam saja. orang cakap begini, semua ikut. orang cakap begitu semua turut.
media indonesia tolonglah memberikan berita yang tulus kepada rakyat. janganlah sehingga menumbulkan huru hara dalam negara. adakah tujuan mensensasikan cerita ini untuk menghuru harakan negara sendiri dan negara serumpun. sekian

Anonymous said...

Orang Malaysia tak pernah tahu dan tak pernah dengar nama tarian 'pendet'. Bagaimana Indonesia kata Malaysia claim tarian tu dan rakyat Indonesia mudah percaya dan emosional, kurang guna akal.

Kenapa dalam dunia yang moden dan canggih rakyat Indonesia hidup mereka seperti 'katak bawah tempurung'mudah diprovokasi. Kalau saya jadi orang Indonesia pastinya saya malu dengan mentaliti yang sempit dan bodoh dan mudah ditipu tanpa selidik.

"Ganyang Malaysia" dan "Sweeping Malaysia" adalah istilah orang tak bertamadum dan tak berakal sedangkan di Malaysia tak pernah terjadi demikian kerana rakyat Malaysia lebih berakal.

Rakyat Malaysia lebih bersandarkan fakta bukan demonstrasi dan emosi sedangkan rakyat Indonesia menumpang rezeki di Malaysia dan meningkatkan kadar jenayah di Malaysia.

Anonymous said...

Seluruh dunia sedang mentertawakan indonesia kerana kebodohan mereka mengangkat tangan, berdemonstrasi, berteriak, membawa sepanduk sedangkan mereka sendiri tidak pernah lihat bukti bahawa Malaysia tuntut tari pendet, cuma percaya media pembohong indonesia.

Sebenarnya kamu semua sedang bermain dengan emosi sendiri sesama sendiri.

Kalau mereka bawa ke mahkamah, bukti yang mereka boleh bawa hanya koran mereka. Akhirnya indonesia yang kalah lagi.

Setelah aku melihat tarian itu, aku tak fikir Malaysia akan claim tarian yang rendah nilainya, tak pakai baju lagi, sedangkan tarian Malaysia semuanya berpakaian sopan, bukan separuh bogel.

Orang indonesia perlu tukar mentaliti, jangan ikut emosi, tapi bertindak atas fakta, baru negara boleh maju seperti Malaysia.

Anonymous said...

malaysia tidak pernah mengaku tarian pendet tu yg ntah pape tu berasal dr malaysia ok...
sy sndiri....x prnh dgr nama tarian pendet tu...until it became issue...
furthemore,discovery channel kan da admit yg iklan tourism tu actually salah mereka..kenape until now all indonesian still want to blame malaysia...???huh??damnit
malaysian goverment has nothing to do with the iklan promosi of tourism malaysia la....
rakyat indonesia x kan lah x der otak kot smpai x boleh pikir yg mne true or not.....all this fault done by discovery channel not MALAYSIAN GOVERMENT....
korang yg ader2 blog nih...x siasat dulu ke sape punya salah semua ni??
tau2 nk main terjah je...?asyik nk tuduh malaysia je....apa daaa???pirraaahhh.......
ada otak tak nak gune...lain kali otak tu derma je la kat orang yang memerlukan....lg bagus!!!korang ada pun bukannye gune...

Daniel DPK said...

saya pikir saatnya kita sama-sama berpikir jernih dan lebih mendalam dalam menyikapi konflik ini..jangan saling terbawa emosi dengan artikel dan komentar-komentar yang ada dalam berbagai media,forum,dan blog..satu hal yang pasti : ADA YANG DIUNTUNGKAN DARI PERTIKAIAN INDONESIA-MALAYSIA..jadi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk lebih memahami kasus ini lebih jernih!!!

SEDIKIT OPINI YANG MUNGKIN BISA KITA RENUNGKAN SEJENAK DALAM MENYIKAPI KASUS INI..
Pihak Ketiga dalam Konflik Indonesia Malaysia

Anak Bali said...

Kebudayaan emang bisa menyebar luas dilihat dari sejarah..karna kita tidak pernah taw dijaman dulu leluhur kita bertukar budaya pa engga, sama dengan datangnya majapahit ke bali, kebudayaan jawa kuno banyak terlihat di bali , di pakai pembanding adalah ada adata & budaya orang bali age beda dengan orang bali keturunan majapahit. jadi kita semua di dunia ini sodara, dan hendaknya bangsa malaysia juga menyadari kalo dulu malaysia pernah diserang majapahit, ....terima kasih

Anonymous said...

- it is very dangerous and lost in mind if we want to put oil in the burning fire, where the flame become more hotter than before.. we need to seek the prove before judging others,then we can claim Malaysia are wrong. And finally after knowing Discovery make the video, who feel the shamed of throwing accusation to Malaysia? or is the case of " stealing tarian pendet " be another platform for indonesian people to angry because of other unsatisfaction too??..be rational...Indonesian can get angry, Malaysia too and what will happened next? It is stupid if we want to start war between two countries,now it 2009...!! think wisely?? we can be narrative but in a state of enlightment...Peace no war..