Anggota DPR : kog nggak ada kapoknya ya?

anggota-dpr-tidur

Tidak habis-habisnya anggota DPR kita berbuat ulah. Tanggal 10 Februari 2009 dalam rapat dengar pendapat dengan Dirut Pertamina yang baru Karen Agustiawan, anggota komisi VII DPR menyamakan Karen dengan satpam (saya kutip dari Jawa Pos : ''Kalau cuma memaparkan bahan seperti itu, satpam juga bisa,''). Begitu arogannya anggota DPR ini, seakan-akan beliau (bapak) ini lebih mengetahui bagaimana menjalankan Pertamina. Lha, kalau dia yang tau dan lebih hebat dari satpam, kenapa bukan dia yang terpilih jadi Dirut Pertamina.

Belum selesai 'ribut-ribut' di atas, wajah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali tercoreng. KPK menangkap basah anggota Komisi V DPR, Abdul Hadi Jamal hari Senin (2 Maret 2009) bersama pegawai Tata Usaha Dirjen Perhubungan Laut Dep. Perhubungan, Darmawati di kawasan Karet, Jakarta. Bersamaan dengan itu juga telah diciduk Komisaris PT. Kurnia Jaya Wira Bakti Surabaya, Hontjo Kurniawan. Ketiganya diduga terlibat suap dalam proyek percepatan pembangunan dermaga dan bandara di kawasan Indonesia Timur.

Nah itu adalah sepenggal cerita kelakuan "anak-anak TK di Senayan"  (meminjam istilah Gus Dur), yang membuat kita skeptis akan Pemilu 2009. Lalu bagaimana cerita mengenai para caleg dalam menyongsong Pemilu 2009?

Menjelang Pemilu 2009, seharusnya para caleg memoles diri, berkelakuan baik sehingga masyarakat tertarik untuk memilih dan yang paling penting tertarik untuk ikut dalam Pemilu 2009. Tapi bukannya berbuat baik malah kelakuan beberapa caleg semakin aneh-aneh. Coba lihat apa yang terjadi di Banten. Tanggal 26 Februari kepolisian Lebak, Banten meringkus Ujang Zaenal Abidin, caleg DPRD Lebak dari Partai Indonesia Sejahtera (PIS) dan kawan-kawannya, karna diduga mendalangi aksi pencurian Tandan Buah Segar (TBS) Sawit di Desa Parungpanjang, Kecamatan Wanasalam, Lebak. Mereka mengaku terpaksa melakukan pencurian sawit untuk biaya kampanye partai dan sosialisasi Ujang yang mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Kabupatan Lebak. Belum lagi di beberapa kasus, ada caleg yang tertangkap karna 'nyabu', terlibat judi, dan lain sebagainya.

Tidak bisa dipungkiri, kebutuhan akan 'gizi' alias uang bin money untuk kampanye (serta beriklan) bagi para caleg sangat besar. Karena para caleg tidak hanya bersaing dengan caleg dari partai lain, tapi juga sesama caleg dari partai sendiri. Kalau-lah modal emang gede, tidak masalah. Tapi kalo modal cekak atau hanya modal dengkul, hal-hal di atas-lah yang terjadi. Atau dengan jalan lain yaitu meminjam ke sana sini. Sehingga yang dikhawatirkan, pada saat mereka terpilih, maka ada kemungkinan rakyat akan diabaikan. Karna mereka (hanya) akan memikirkan bagaimana caranya untuk mengembalikan pinjaman/modal tadi. Yang ujung-ujungnya menghalalkan segala cara, termasuk korupsi.

Dalam wawancara di TVOne perihal tertangkapnya Abdul Hadi Jamal, seorang anggota DPR merasa sangat terpojok dengan pertanyaan pembawa acara, dan balik mengatakan tidaklah adil bila semua anggota DPR yang jumlahnya 550 itu berkelakuan minus karena 2-3 anggotanya melakukan korupsi. Semangat "esprit de corps" dari bapak ini bagus juga. Tapi beliau lupa akan satu pepatah lama yang tak pernah usang : gara-gara nila setitik, rusak susu yang sebelah..ooOps salah, rusak susu sebelanga (gede amat nih susunya..hehe). Rakyat menilai, koq ngga ada kapok-kapoknya ya..Keledai aja tidak akan terperosok di lubang yang sama untuk kedua kalinya. Betul tidak.

Jadi kalau jumlah golput akan meningkat, siapa yang patut disalahkan? Rakyat yang memilih atau yang mereka pilih?

Posting sambil berharap tidak ada lagi anggota DPR yang tertangkap KPK! Mudah-mudahan...

65 komentar:

Umi Rina said...

capeeek dech.... begitulah prilaku 'manusia-manusia pilihan'...:(
Ya, semoga saja ke depan nanti banyak perubahan ke arah yg lebih baik...

kakve-santi said...

keduaxxx dolo...

dpr kacau..jdi males ikut pemilu..takut salah pilih...

mreka dibayar buakn untuk tidur, bukan untuk ngobrol, atau bukan untuk mangkir,,,

rumah lina said...

Aduh ni akibatnya kalo kita terlalu mendewakan demokrasi dari paling bawah RT lurah sampai DPR n Presiden semua pake kampanye, akhirnya ya begini ini, uang kampanye ga jelas setelah duudk ya tetep nyari yg ga jelas....ga ngelaksanain tugas tapi nyari duit doank. ampun deh...

david said...

Itulah Birokrasi di Indonesia...Gi mana NAsib Rakyat kalo yg Sepatutnya Membela Rakyat Seperti Itu

Ruang Kita said...

gimana negara ga brantakan..yang harusnya jadi teladan nya begitu...

reni said...

Emang banyak banget cerita yg berasal dari para anggota dewan kita. Sampe kenyang deh hehehehe.
Kapan ya ada perbaikan ? *ngarep mode on*

wong solo said...

mungkin keledai malah lebih pinter dari para "anggota dewan yg terhormat" mas.... :)
keledai aja nggak mungkin jatuh dilubang yg sama, lha anggota DPR tmnnya ketangkep tp nggak pernah kapok. Oya hukum di Indonesia kayaknya juga perlu dikaji ulang deh...

SibukGak said...

Wah bener2 nih , dipilih untuk tidur kayaknya, hehehe

Erik73928 said...

Iya bang aneh juga rasanya, kok masih ada aja. Memang banyak yang serakah ya

aan said...

Ini sih ga aneh.....yang lebih aneh banyak caleg-caleg sekarang yang neko-neko , padahal udah banyak contoh seperti diatas....hhhhhh when this country become a better one.....

Rumah Islami said...

semuanya berawal dari niatnya ya (lho kok mirip judul postingan...tapi dimana ya?)

baru jadi caleg sudah ambil ancang2 kor***i...jadi legislatif terbang deh :)

jadi males baca koran...khususnya politik..skip aja...langsung berita olahraga

betapa nasib rakyat di tangan orang2 yang tidak amanah ya

obrolan lepas said...

hehhhehe,, mikirin mereka pening gw,,

Untuk jadi pemimpin jaman sekarang gampang kok, hanya butuh uang buat kampanye dan sebagainya,, jadi deh pemimpin...

Dinoe said...

Jaman sekarang wakil rakyat hanye mementingkan materi,bukan lagi dengan hati nurani

Anna dTeepZ said...

sungguh memalukan......nyolong sgala demi gengsi...urghhhhh ql dah jadi bisa nyolong uang rakyat tuh

Anna dTeepZ said...

tuh yg bobok minta dijitax koq emang...udah duduk empuk gaji besar...koq malah zzzzzz

Risti said...

ngantuk itu memang kodratnya manusia, tapi mbok ya harus pada tempatnya dong. gimana mau ngurusin rakyat kalo gini kerjaannya. makan gaji buta dong.

andiez said...

cABE DEHHHHH.... Waki rakyat seharusny amerakya, kok tidur diwaktu rapat soal rakyat "Lagu ams Iwan"..

By the way salam kenal yak..
Mampir balik dong

tyas said...

jadi.. kesimpulannya.. anggota DPR itu cuma apaaaa...? isi sendiri deeh... makin nyelekit kayaknya makin cocok deh..

ipanks said...

abis enak kok jadi anggota dewan itu.duduk, diem, dapat duit, dolan-dolan hehehe

Network Inside said...

sedih bang kalo mikirin kelakuan anggota DPR.. mending gak usah dipikirin.. kita serahkan aja sama yang diatas bang :)
[sambil mikir2 untuk absen dipemilu 9 april)

Goo_blog said...

wah telat comment nih, iya mas kok pada suka molor waktu rapat ya, terus waktu malam emang ngak molor apa ya?...jadi curiga apa malemnya dugem ya

The MaNiaX said...

Walah2 mas yang namanya DPR itu ya gtu... Klo kapok mereka tar dapet uang drimana? hahaha dasar manusia sama hewan ko ga da bedanya ya... sama serakahnya...

heru manusia biasa said...

begthulah negara ini mas :)

frizzy said...

Waa, gara-gara susu rusak sebelanga, jadinya nilai setitik gak keliatan lagi deh. Memang susunya kurang apa??? sampe pada ngantuk begitu, huh.
Masa' aku harus ikutan pepatah di ini sih!!!
Don't ask what you can do for your country
Ask what your country can do for you.
Thanks for sharing sob...

Cheers, frizzy.
Blogger yg pengen ngeblog

Sebayu said...

sesungguhnya negara ini kaya. tapi jadi terkesan miskin karena mereka memakan uang negara

setiawan said...

Namanya aja politik bang,.... kalau tidak mau bohong,..... jangan berpolitik

andy said...

Itulah mas.... mau golput saja tapi takut dosa..

attayaya said...

aku jelas golput
males milih mereka
ntar sakit hati
diingkari amanat yang telah kuberikan

aku..
sang pemimpi pemimpin yang bisa memimpin dengan arif bijaksana dan jujur

arton said...

yah.. kita semua berharap pada DPR agar apa yang telah terjadi menjadi contoh yang tidak baik dan tentunya tidak ditiru.. Ayo KPK... tanggap lagi DPR yang nyeleweng, jewer kupingnya:d

rco said...

Betul kata SLANK DPR bikin UUD = Ujung-Ujungnya Duit

gdpermana said...

kebanyakan duit sih,, tidur aja dapet duit...

Papa Zakiyya said...

Rame-rame pilih golput yuk...
percuma pemilu dananya milyaran cuma buat milih anak-anak TK...

Kesihan... bangsaku, punya wakil rakyat kok banyak yg bermasalah...

Ani said...

Begitulah dunia perpolitikan dengan segala kelakuan para pelakunya...mental dan rohani masing2 harus dibenahi..

Saturday Syndrome said...

menyedihkan T_T
jd pemimpin itu susah kok merek mau mencalonkan diri. dl aku mikir gitu. skrg tau alasannya. begitu rupanya. tidur tetap digaji T_T

Dewa said...

Bosan....mendengar ulah ga bener mereka....ini akibat dari sistem pemilu yang sucks.....sekarang berjubel2 uang yang mesti keluar buat kampanye....besok udah menjabat berjubel2 ngembaliin uang yang hilangggg......

Chiprut said...

hmm.... jadi ragu2 pemilu caleg..
golput... enggak..... golput.... enggak....

Chiprut said...

btw soal pernyataan Gusdur yang bilang anggota DPR sperti anak2 TK, saya tidak setuju. Karena itu adalah penghinaan untuk anak2 TK!

Lombok Ijo said...

@atas

hehehe2... bener juga...
Anak TK masih nyenengin dilihat.. imu2.. lucu... nggemezin..

lah kalo anggota DPR...

weeekkzzz......

nggilani...

hihi2...

backcomment please..

' Li ' said...

malu dan miris ya bang liatnya hehehehe...gimana kl para blogger aja yg gantiin mereka disana hahahaha...tambah parah ato tambah baik ( mikir mode on ) hihihih....

yulia said...

malu bngt rasanya liat kelakuan anggota DPR skrng -__-

brigadista said...

Gimana kita mo percaya ya???

Anonymous said...

Maklum bang, mereka berfikir...toh udah mau habis juga jabatannya,...so dari pada mikir lebih baik molor..hee..hee

yans
http://yans.blogdetik.com

ke2nai said...

kalo dirut pertamina aja di samain 'ma satpam, berarti anak TK boleh dong jadi anggota DPR?

fajardesign said...

wah..ini nih yang bikin indonesia terpuruk...kita tunggu pemilu yang akan datang...semoga para pemilih sudah bisa membedakan mana yang ingin memajukan bangsa dan mana yang ingin hanya untuk tujuan uang semata..

salam.

Etha said...

weleh..weleh

mereka kan jadi anggota DPR bukan mau menyalurkan aspirasi,

tapi pengen menambah kekayaan..

hohohohoho...

ajeng said...

Kayaknya perlu pembenahan disemua lini tuh. Abang saja deh yg jadi dewan, ntar saya dukung...

Linda Belle said...

ngomongin anggota dpr jadi pening pala!

klo aku emang golput bang, secara aku ini imigran gelap, ktp aja gak punya hahahahah....

*oops..jgn blg2 yak ntar aku dicari satpam eh anggota dpr*

Ifat said...

" Menjelang Pemilu 2009, seharusnya para caleg memoles diri, berkelakuan baik sehingga masyarakat tertarik untuk memilih dan yang paling penting tertarik untuk ikut dalam Pemilu 2009. Tapi bukannya berbuat baik malah kelakuan beberapa caleg semakin aneh-aneh. Coba lihat apa yang terjadi di Banten. Tanggal 26 Februari kepolisian Lebak, Banten meringkus Ujang Zaenal Abidin, caleg DPRD Lebak dari Partai Indonesia Sejahtera (PIS) dan kawan-kawannya, karna diduga mendalangi aksi pencurian Tandan Buah Segar (TBS) Sawit di Desa Parungpanjang, Kecamatan Wanasalam, Lebak. Mereka mengaku terpaksa melakukan pencurian sawit untuk biaya kampanye partai dan sosialisasi Ujang yang mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Kabupatan Lebak. Belum lagi di beberapa kasus, ada caleg yang tertangkap karna 'nyabu', terlibat judi, dan lain sebagainya."

aduch ifat tutup muka ahhh....malu banget....kurang ajar tuch buat malu prov banten nih caleg, kaburrr ahhhhhhh

Dady said...
This comment has been removed by the author.
b-biography said...

Emank mereka pikirin, gak kali yah yang penting doi ngalir, puluhan juta boo.....

Natalia said...

yang salah? yang salah yah masuk penjara...!! wkwkw..susah juga yah, dilema banget, emang yg dipilih aja kali yg gak punya intergritas, dah tau mengemban tugas untuk ngurusin negara, malah se-enak2nya ajah....Oh well..

heru manusia biasa said...

klo gak gthukan bukan anggota DPR namanya :)

alief said...

AKU, benar, pinter

KAMU, salah bodoh dungu oon

itu lah Indonesia tercinta ini., lok ingin maju, kita senua harus mengubah paradigma tersebut....

Yoyo' said...

itulah bang waJAH2 asli wakil2 kita disana, bangsa ini bobrok karena kelakuan "mereka"...(klo tidak mau dikatakan semua)....bicara muak....udah ngga bisa dihitung lagi berapa kali kita muntah melihat kelakuan "mereka" disana, gedung wakil rakyat...atas nama rakyat....untuk rakyat....hah...bulsit...Rakyat yang mana. negara kita akan kokoh lagi klo Moral adalah 'fundamental' utama yg wajib diperbaiki....
aaahhh...cape' jg ngomongin mereka.....yg ada kita bisa "misuh2" aja bang. klo Gus Dur bilang anak TK "TEPAT" banget sesuai kelakuan mereka.....klo bisa pada baca postnya bang budi nih, biar liat komenku sekalian ....*ngarep2*. kita golput gak salah, milih jg gak salah, semua kembali pada kita....yang pasti sampai hari ini saya menyatakan "ANTI" terhadap "Caleg/Pejabat" menyatakan "ATAS NAMA RAKYAT".
ini klo tak terus2in bang jadinya esmossi..hehehehe.....inaf ahh

Yoyo' said...

aku ngga mau akal sehatku ilang gara2 ngomongin "mereka" anak2 TK yang lg seneng2nya bermain2...hehehe

Atca said...

Dibayar hanya untuk pindah tidur....
mending dikasih kepengemis aja

bunda said...

@ aku ngga mau akal sehatku ilang gara2 ngomongin "mereka" anak2 TK yang lg seneng2nya bermain2...hehehe

hmmh cape deh ngomongin wakil rakyat. wakil rakyat yg mana sih...
3D = Datang , Duduk, Duit

sepur said...

jadi nek......deh . lihat para anggota dewan kaya gitu.

taxmania said...

komen buat gambar diatas..

ya jelas aja pas siang tidur di ruang rapat...
lha wong klo malem kerjaannya dugem he3x..

alhayat said...

untuk thn ini q golput by system .. . jd terbebas dr dosa salah pilih pemimpin

ayuzuricha said...

walah ini namanya parah mas :D dah kayak bokap yang abis pulang kerja :D cuma bedanya ngorok di depan tipi ndak kayak gini :P

goresan pena said...

hahaha....mau komen apa lagi coba...haha...capek dehhh....

Kepingan Hati said...

mampir Mas.., baca2 artikel2 menarik di blog mu..
Salam kenal dariku yach...

vicky said...

kayaknya aku akan goluput.meskipun baru pertama kali memilih.untuk apa dipilih jika sifat yang dipilih tidak seperti yang terpilih

Nyante Aza Lae said...

(*mbayangin susu yang se belanga)
welehh...weleh