Info buat pelaku bisnis jual beli lahan/kebun sawit

Sedikit informasi buat rekan rekan yang akan terjun dalam "bisnis" JUAL BELI LAHAN/KEBUN KELAPA SAWIT.

 

Saya sudah menjajaki bisnis ini sejak tahun 2003, dan sampai sekarang yang saya belum pernah bertemu dengan penjual secara lansung (atau memang saya lagi apes ya :-).

Sejak tahun 2000 saya berdomisili di Pekanbaru, daerah yang terkenal banyak kebun kelapa sawitnya, Dan sebagian besar daerah disana, termasuk kebun kelapa sawit di pulau

Sumatera sudah saya survey, Dan biaya yang dikeluarkan untuk transport dan konsumsi saja sudah lumayan besar jumlahnya, untungnya hal ini saya lakukan sebagai sampingan, karena tujuan utama saya melakukan survey adalah untuk mencari dan membeli cangkang kelapa sawit, karena kami adalah pembeli lansung serta melakukan ekspor ke Thailand secara rutin selama ini.

Saya hanya ingin berbagi pengalaman dengan rekan-rekan lainnya, karena "uang sekolah" yang telah saya keluarkan untuk masuk ke bisnis jual-beli kelapa sawit ini tidaklah kecil, maka sangat disayangkan apabila rekan-rekan yang akan terjun ke bidang ini harus belajar dari nol, dan mengeluarkan biaya yang sama besarnya dengan saya atau bahkan lebih besar lagi. Berdasarkan pengalaman saya ini, saya yakin rekan-rekan akan dapat menghemat biaya, waktu dan dapat hidup dengan lebih nyaman, karena anda tidak perlu emosi, harus ketemu dengan orang-orang yang tidak jelas di bisnis ini.

Saya dapat pastikan bisnis ini 99% adalah proyek tipu-tipu jika :

1. Penjual tidak bersedia untuk menemukan pembeli dengan penjual untuk negosiasi

2. Atau jika penjual mengaku sebagai kuasa jual, mintalah untuk memperlihatkan kuasa jual yang asli di atas kop surat yang mempunyai Alamat lengkap (jika hanya ada nama perusahaan tanpa alamat maupun no telpon/fax, dll, dapat dipastikan bermasalah).

3. Penjual meminta sejumlah dana untuk melakukan survey maupun untuk bertemu dengan pembeli (berapapun jumlah dana tersebut).

4. Jika data dan dokumen yang diberikan tidak lengkap/penjual tidak menguasai apa yang dijualnya

5. Penjual tidak dapat menyebutkan Lokasi lahan/kebun serta nama perusahaan yang akan dijual secara jelas

6. Cek background orang yang menawarkan tersebut, apakah pengusaha, karyawan, atau jobless, dari sana saja kita sudah bisa endapatkan sedikit gambaran mengenai keakuratan informasi yang diberikan.

Di tangan saya ada beberapa dokumen/sertifikat serta izin dari kebun sawit yang palsu (umumnya di daerah sumatera), yang hanya digunakan untuk akal-akalan saja buat menipu, minimal dengan data tersebut, mereka mengajak untuk ketemu di restoran-restoran dan cafe-cafe, dimana mereka tidak akan pernah mau membayar untuk makan/minum. Dan

pertemuan akan di adakan berulang-ulang di tempat yang berbeda tanpa ada indikasi akan terjadi transaksi. Mungkin mereka pusing di omelin istri di rumah, trus nyari kegiatan di luar sekalian dapat makan minum gratis gitulah. He he. Karena tujuan orang-orang tersebut sudah tidak benar, jadi yang mereka pikirkan hanya bagaimana untuk meyakinkan calon mangsa. Jadi dalam hal ini, rekan-rekan jangan termakan bujuk rayu serta mulut manis mereka, jangan terima bulat-bulat apa yang mereka katakan, coba dicerna terlebih dahulu.

Sebagian orang yang menawarkan juga, kadang-kadang tidak tahu bahwa bisnis ini hanya kamuflase, karena sudah diterima dari beberapa orang perantara, Dan terkadang ada informasi yang sebenarnya sudah lama beredar di market, bisa 1-3 tahun yang lalu, tapi baru sampai ke telinga mereka, sehingga, karena ingin mendapatkan bagian, mereka

jadi ikut menawarkan kepada orang lain.

Sebagian informasi yang sudah basi :

- 99,000ha di daerah Jambi (ngakunya punya konglomerat indon??) yg ini sampai sekarang tidak jelas kebenarannya

- Kebun PT. Angso Duo Sawit di Jambi (perusahaan ini hanya ada pabrik pengolahan sawit saja, kebun atas nama perusahaan ini kurang dari 1000ha)

- PT. Inecda di Seberida, Riau (sudah lama terjual).

Bagi rekan-rekan yang ingin menawarkan lahan/kebun yang akan dijual, sebaiknya cek dulu dengan yang menawarkan kepada anda, karena logikanya, bisnis ini adalah bisnis puluhan bahkan ratusan miliar, apakah segampang itu pemilik kebun mempercayakan kepada sembarang orang untuk memasarkannya??? Seandainya anda terima dari perantara, trace/lacak dahulu melalui beliau siapa pemilik sesungguhnya, dan setelah anda benar-benar yakin, baru anda tawarkan ke market.

Demikianlah sedikit informasi dari saya, saya tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun, tetapi hanya berharap agar rekan-rekan dapat lebih berhati-hati, karena jaman sekarang, nyari uang itu susah, jadi jangan gampang untuk mengeluarkannya buat hal-hal yang tidak jelas.

Seandainya ada pihak-pihak yang tersinggung, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Apabila Ada informasi saya di atas yang salah, mohon dikoreksi.

 

Salam hormat/Suratno  PT. SANFAK JAYA MARINE Jakarta.

From: "Suratno" <sbc168bs@cbn.net.id>  Date: Mon Oct 15, 2007 11:50 am

5 komentar:

alam berdikari said...

setuju banget bos ha ha ha banayak yang ketipu tuh,,kalo jual lahan sawit.. tapi ngomong2 ada info untuk take over sawit di daerah jambi ngga ya boss

Anonymous said...

Terima kasih banyak untuk informasinya Bang Hutasoit...kebetulan saya juga sedang melakukan mediasi bisnis ini..semua yg anda sampaikan cocok sekali dengan kondisi yg saya dapatkan...saya pikir saya ngga perlu lagi wasting money and time buat ngurusin bisnis ini...thx a lot for the info yaachh...

Anonymous said...

penipu itu dimana2 merusak, tapi memang begitulah dunia bisnis, harus belajar dari kenyataan yang terkadang kejam !
btw kalo ada yang mau take over serius lahan besar, sy sudah ada buyer siap dari Amerika dan investor dari jerman.
email dokumen lengkap ke ac.wirawan@yahoo.com untuk studi kelayakan sebagai tahap awal
Bung Hutasoit, thanks atas sharingnya, saya juga ketipu tuh 99000....

zepplin said...

benar setubuh, kalo ada cangkang info juga bang, saya ada kenal buyer KOMODO RESOURCES, berminat membeli cangkang di kalimantan.

zepplin said...

setubuh , saya ada pembeli cangkang untuk export ke eropa, namanya KOMODO recources, kalo ada kabar cangkang di kalimantan kayaknya bisa diatur pertemuannya.